
Maria Alvarado, Presiden EWTN News yang ditunjuk memimpin Dikasteri Komunikasi Vatikan (The Guardian)
JawaPos.com - Paus Leo XIV menunjuk Maria Montserrat Alvarado sebagai Prefek Dikasteri untuk Komunikasi, menjadikannya perempuan awam pertama yang memimpin sebuah dikasteri Takhta Suci Vatikan.
Penunjukan itu menandai tonggak baru dalam struktur pemerintahan Gereja Katolik sekaligus memperlihatkan keberlanjutan reformasi yang telah dimulai pada masa Paus Fransiskus.
Alvarado lahir di Kota Meksiko dan menjadi warga negara Amerika Serikat pada 2008. Saat ini ia menjabat Presiden sekaligus Chief Operating Officer EWTN News, dan akan mulai bertugas di Vatikan pada 1 November 2026 menggantikan Paolo Ruffini yang pensiun setelah memimpin sejak 2018.
Dilansir dari The Guardian, Rabu (3/6/2026), Alvarado akan memimpin Dikasteri untuk Komunikasi yang mengawasi berbagai saluran informasi resmi Vatikan, mulai dari Vatican News, Radio Vatikan, surat kabar L'Osservatore Romano, kantor pers, penerbitan resmi, hingga arsip film Vatikan. Menurut Vatican News, Alvarado merupakan "perempuan awam pertama yang ditunjuk sebagai prefek sebuah dikasteri Takhta Suci."
Dalam pernyataan resminya, Alvarado mengaku tidak menyangka akan menerima mandat tersebut.
"Meskipun penunjukan ini tidak saya duga, saya menerimanya dengan keinginan tulus untuk melayani Bapa Suci saat beliau memulai masa kepausannya," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ruffini yang memimpin transformasi komunikasi Vatikan selama beberapa tahun terakhir.
"Saya bersyukur kepada Paolo Ruffini atas kepemimpinannya selama beberapa tahun terakhir dan menantikan untuk melanjutkan, dalam semangat persahabatan dan harapan, pekerjaan penting memperkuat dikasteri ini agar terus dapat melayani Gereja di Roma dan di seluruh dunia dalam menyampaikan Kristus kepada dunia," kata Alvarado.
Penunjukan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa Paus Leo XIV akan melanjutkan sejumlah perubahan yang dirintis Paus Fransiskus. Selama 12 tahun masa kepemimpinannya, Fransiskus memperluas keterlibatan perempuan dalam birokrasi Vatikan dan membuka lebih banyak posisi strategis bagi kalangan awam dalam struktur pemerintahan Gereja.
Pada bulan-bulan terakhir masa kepemimpinannya, Fransiskus menunjuk dua biarawati, yakni Raffaella Petrini dan Simona Brambilla, ke jabatan tingkat tinggi di Vatikan. Ia juga beberapa kali mengkritik apa yang disebutnya sebagai "mentalitas chauvinistis" yang masih bertahan di sebagian lingkungan Gereja Katolik.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
