Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 7 Mei 2025 | 21.11 WIB

Elon Musk Ingin Bawa Umat Manusia Pindah ke Mars: Bumi Akan Terbakar dan Ditelan Matahari

Elon Musk. (The New York Times/Pool photo by Allison Robbert) - Image

Elon Musk. (The New York Times/Pool photo by Allison Robbert)

JawaPos.com - Elon Musk tampaknya lebih ingin membawa manusia terbang ke Mars, sebuah planet yang tidak ramah bagi kehidupan, daripada memastikan setiap orang memiliki rumah selama 100 tahun ke depan.

Alih-alih turun tangan menangani krisis iklim yang terus memburuk, Elon Musk malah mencabut peraturan lingkungan, tindakan yang dapat menimbulkan konsekuensi buruk bagi umat manusia dalam jangka pendek.

Dalam wawancara terbaru dengan Fox News, Musk mencoba meyakinkan rencananya untuk menjadikan planet Mars sebagai peradaban baru bagi umat manusia.

"Mars adalah asuransi jiwa bagi kehidupan kolektif," kata pemilik SpaceX tersebut, sebagaimana dikutip dari Futurism pada Rabu, 7 Mei 2025.

"Jadi, pada akhirnya semua kehidupan di Bumi akan dihancurkan oleh Matahari. Matahari secara bertahap mengembang, jadi pada saat itu kita perlu membuat peradaban multiplanet karena Bumi akan terbakar," sambungnya.

Namun, yang tidak disebutkan Musk adalah bahwa nasib buruk ini tidak akan terjadi hingga enam miliar tahun mendatang — menjadikannya alasan yang sangat tidak meyakinkan untuk takut tinggal di Bumi sekarang.

Bagaimanapun, Bumi saat ini baru berusia sekitar 4,5 miliar tahun.

Dengan kata lain, krisis lingkungan yang sedang terjadi adalah masalah yang jauh lebih besar, terjadi jauh lebih cepat, daripada kekhawatiran miliaran tahun lagi tentang kehancuran kosmik Bumi.

Namun, meski ia memainkan peran utama dalam mendorong popularitas dan adopsi kendaraan listrik, Musk semakin berkontribusi pada pembongkaran aturan yang dirancang untuk mengekang tingkat emisi, yang menunjukkan pengabaian dalam memastikan umur panjang rumah asli umat manusia.

SpaceX juga telah melanggar peraturan lingkungan, berulang kali membuang air limbah beracun ke dalam atau di dekat perairan di Texas.

Peluncuran Starship-nya telah terbukti sangat berbahaya bagi tumbuhan di dekatnya dan satwa liar yang dilindungi.

Musk juga mendukung presiden Donald Trump, yang menyerukan AS untuk "mengebor" lebih banyak bahan bakar fosil. Menurut analisis terkini, dalam 100 hari pertama masa jabatannya saja, emisi gas rumah kaca telah melonjak.

Para ahli telah lama membunyikan alarm peringatan, bahwa krisis iklim sudah mendekati titik yang tidak bisa dikembalikan lagi.

Alih-alih mengakui masalah tersebut, Musk masih mengejar mimpinya membangun kota di Mars.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore