Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Maret 2025 | 20.56 WIB

Korban Tewas Gempa Myanmar-Thailand Lampaui 1.000 Orang, Diprediksi akan terus Bertambah

Myanmar diguncang gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 pada Jumat siang (28/3). (Hindustan Times/AFP) - Image

Myanmar diguncang gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 pada Jumat siang (28/3). (Hindustan Times/AFP)

JawaPos.com – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang melanda Myanmar dan Thailand telah melampaui 1.000 orang. Jumlah korban tersebut diprediksi terus bertambah seiring dengan masih banyaknya korban yang terjebak di reruntuhan bangunan. 

Dilansir dari AFP, gempa berkekuatan 7,7 skala Richter itu melanda barat laut kota Sagaing di Myanmar tengah pada sore hari, diikuti beberapa menit kemudian oleh gempa susulan berkekuatan 6,7 skala Richter.

Gempa tersebut menghancurkan bangunan, merobohkan jembatan, dan membuat jalan melengkung di seluruh wilayah Myanmar, dengan kerusakan besar terlihat di Mandalay, kota terbesar kedua di negara itu dan rumah bagi lebih dari 1,7 juta orang.

’’Setidaknya 1.002 orang tewas dan hampir 2.400 orang terluka di Myanmar,’’ ujar Junta yang berkuasa dalam sebuah pernyataan. Sementara, di Bangkok, dilaporkan ada penambahan 10 orang korban tewas. 

Di Myanmar, gempa tersebut juga mengganggu sistem telekomunikasi. Otoritas setempat menyebut jumlah korban diperkirakan akan meningkat secara signifikan. 

Para ahli geologi menyebut, gempa tersebut merupakan gempa terbesar yang melanda Myanmar dalam beberapa dekade terakhir. Gempa itu cukup kuat untuk merusak bangunan-bangunan di Bangkok yang notabene berada ratusan kilometer dari pusat gempa di Myanmar. 

Jurnalis AFP yang berada di Mandalay, Myanmar, melaporkan bahwa pagoda Buddha berusia ratusan tahun kini telah luluh lantak menjadi puing-puing akibat gempa. Bagian kepala patung Buddha di biara itu juga ikut jatuh. 

’’Pagoda itu mulai berguncang, lalu mulai menjadi serius. Biara itu juga runtuh. Seorang biksu meninggal. Beberapa orang terluka, kami mengeluarkan beberapa orang dan membawa mereka ke rumah sakit,’’ kata seorang tentara di pos pemeriksaan di jalan di luar pagoda.

Dia juga menyebut tak ada orang yang berani tidur di biara. Sebab, ada kabar bahwa akan ada gempa susulan. ’’Saya belum pernah merasakan hal seperti ini dalam hidup saya,’’ imbuh tentara itu. 

Penjaga di Bandara Mandalay juga menolak saat didatangi wartawan. Mereka menyebut bandara sudah ditutup sejak gempa melanda. Kerusakan pada bandara akan mempersulit upaya bantuan di negara yang layanan penyelamatan dan sistem perawatan kesehatannya telah hancur akibat perang saudara selama empat tahun karena kudeta militer pada tahun 2021 itu.

Junta Militer Memohon Bantuan 

Usai gempa dahsyat itu, Pimpinan junta Min Aung Hlaing meminta bantuan pihak internasional. Itu merupakan permohonan langka yang diutarakan oleh junta militer. Sebab, pemerintah militer sebelumnya telah menolak adanya bantuan asing bahkan usai bencana alam besar yang terjadi. 

Myanmar juga mengumumkan keadaan darurat di enam wilayah yang paling parah terkena dampak setelah gempa bumi. Di sebuah rumah sakit besar di ibu kota, Naypyidaw, petugas medis terpaksa merawat korban terluka di luar ruangan pada Jumat (28/3). 

Tawaran bantuan asing pun mulai berdatangan. Presiden AS Donald Trump pada turut menjanjikan bantuan. 

’’Ini benar-benar buruk, dan kami akan membantu. Kami telah berbicara dengan negara tersebut,’’ kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore