
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com – Presiden Prabowo Subianto mengklaim kebijakan pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus ekspor bernama Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) berpotensi menyelamatkan kebocoran penerimaan negara hingga USD 150 miliar atau setara Rp 2.653,92 triliun per tahun.
Menurut Prabowo, pembentukan badan ekspor SDA di bawah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperbaiki tata kelola ekspor komoditas nasional yang selama ini dinilai masih menyisakan banyak celah kebocoran.
“Kita perhitungkan, kita perkirakan potensi uang yang bisa kita selamatkan dari kebocoran-kebocoran itu 150 miliar dolar AS tiap tahun. Potensi. Apakah kita mampu atau tidak, tergantung keberanian kita, tergantung tekad kita, tergantung apa kita bisa bekerja sama dengan baik atau tidak,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5).
Ia menjelaskan, badan baru tersebut nantinya akan memperkuat pengawasan dan monitoring terhadap aktivitas ekspor komoditas strategis Indonesia. Dengan begitu, praktik-praktik yang merugikan negara seperti under-invoicing, transfer pricing, hingga pelarian devisa hasil ekspor dapat ditekan.
“Tujuan utama kebijakan ini adalah memperkuat pengawasan dan monitoring serta memberantas praktik kurang bayar (under-invoicing), praktik pemindahan harga (transfer pricing), dan pelarian devisa hasil ekspor,” jelasnya.
Prabowo menilai, selama ini Indonesia belum memperoleh manfaat maksimal dari pengelolaan SDA yang dimiliki. Padahal, kata dia, Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan komoditas strategis terbesar di dunia.
Oleh karena itu, pemerintah ingin memperbaiki sistem tata kelola ekspor agar penerimaan negara dari sektor SDA dapat meningkat signifikan dan setara dengan negara-negara lain seperti Meksiko, Filipina, hingga Malaysia.
“Kita tidak mau penerimaan kita paling rendah karena kita tidak berani mengelola milik kita sendiri, milik bangsa Indonesia sendiri,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa seluruh sumber daya alam Indonesia pada hakikatnya merupakan milik rakyat yang harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan nasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
