Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Januari 2025 | 22.06 WIB

Kebakaran California Meluas, Apa Fungsi Asap Merah Muda yang Turun dari Langit?

Pesawat pemadaman kebakaran di sekitar Altadena, California. (CNBC/Benjamin Fanjoy/Bloomberg via Getty Images) - Image

Pesawat pemadaman kebakaran di sekitar Altadena, California. (CNBC/Benjamin Fanjoy/Bloomberg via Getty Images)

JawaPos.com - Kebakaran hutan yang terus melanda California menyebabkan fenomena unik di langit, yaitu turunnya asap berwarna merah muda. Pemandangan ini menjadi viral di media sosial, membuat banyak orang bertanya-tanya mengenai asal-usul dan fungsinya.

Dilansir dari New York Post, kebakaran yang diperparah oleh angin Santa Ana ini telah merenggut lebih dari 25 nyawa dan menghanguskan sekitar 40.000 hektar lahan di Los Angeles. Kebakaran terbesar, yakni Kebakaran Palisades, baru bisa dikendalikan 19% pada Rabu (15/1), meskipun sudah berlangsung lebih dari seminggu.

Asap merah muda yang terlihat di berbagai wilayah sebenarnya berasal dari zat penghambat api yang disemprotkan oleh pesawat pemadam kebakaran. Pewarna ini berfungsi sebagai penanda agar petugas dapat melihat dengan jelas garis penghambat api di wilayah terdampak.

Dilaporkan oleh NBC, zat ini dikenal sebagai Phos-Chek, campuran air, amonium fosfat—bahan yang umum ditemukan dalam pupuk—dan pewarna merah muda. Zat ini diproduksi oleh Perimeter Solutions dan digunakan oleh Layanan Hutan AS serta Cal Fire. Neptune Aviation, salah satu perusahaan pengangkut bahan ini, telah melakukan lebih dari 90 misi dengan mengirimkan lebih dari 280.000 galon Phos-Chek untuk membantu mengendalikan kebakaran di California Selatan.

Phos-Chek bekerja dengan cara melapisi tanaman dan bahan mudah terbakar lainnya, sehingga menghambat oksigen yang diperlukan api untuk menyebar. Senyawa dalam Phos-Chek juga mengubah cara bahan bakar terbakar, sehingga memperlambat intensitas api dan mencegah kebakaran semakin meluas.

Namun, penggunaan penghambat api ini juga menuai kekhawatiran. Studi terbaru yang diterbitkan pada 2024 menemukan bahwa beberapa produk penghambat api lama mengandung logam beracun seperti timbal dan arsenik. Namun, produk terbaru seperti Phos-Chek MVP-Fx diklaim lebih aman bagi lingkungan dan telah melewati uji keamanan ketat.

Meski umumnya aman bagi manusia, Phos-Chek tetap memiliki risiko iritasi jika terkena mata atau terhirup dalam jumlah besar. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menghindari kontak langsung dengan zat ini.

Penggunaan Phos-Chek dianggap sebagai langkah penting dalam mengatasi kebakaran hutan yang semakin sering terjadi di California. Dengan teknologi ini, upaya pemadaman bisa lebih efektif dalam mencegah kerusakan yang lebih luas.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore