JawaPos.com - Tim penyelidik dari pemerintah Amerika Serikat dan produsen pesawat Boeing, telah tiba di lokasi kecelakaan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan.
Diketahui, kedatangan tim penyelidik dan produsen pesawat Boeing tersebut, bertujuan untuk berpartisipasi dalam investigasi atas insiden kecelakaan pesawat Jeju Air.
Menurut kementerian transportasi Seoul, satu anggota dari Administrasi Penerbangan Federal, tiga ahli dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, dan empat perwakilan dari Boeing Amerika Serikat, telah bergabung dengan para pejabat Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Kereta Api Korea untuk melakukan investigasi di lokasi kecelakaan.
Tim Amerika Serikat tiba di Korea Selatan pada hari Senin (30/12), melalui Bandara Internasional Incheon dan langsung melakukan perjalanan ke Muan, sekitar 290 kilometer barat daya Seoul, untuk mempersiapkan penyelidikan.
“Para penyelidik Korea dan Amerika Serikat, mendiskusikan prosedur jadwal dan area spesifik yang menjadi fokus investigasi,” ujar Joo Jong Wan, kepala kebijakan penerbangan di kementerian transportasi, dalam sebuah konferensi pers dikutip Korean Times.
Berdasarkan konvensi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, negara tempat terjadinya kecelakaan bertanggung jawab untuk memulai penyelidikan.
Negara-negara yang memiliki kepentingan dalam insiden ini, seperti operator dan produsen pesawat, serta negara-negara yang menjadi korban berhak untuk berpartisipasi.
Thailand, yang memiliki dua warga negaranya yang tewas dalam kecelakaan tersebut, dilaporkan telah memilih untuk tidak ikut serta dalam investigasi ini.
Perwakilan pemerintah Amerika Serikat dan Boeing, bersama dengan 11 anggota Badan Investigasi Kecelakaan Penerbangan dan Kereta Api Korea, saat ini sedang menilai reruntuhan dan puing-puing di lokasi kecelakaan.
Mereka mencari komponen yang dapat memberikan petunjuk tentang penyebab kecelakaan tersebut, demikian menurut kementerian tersebut.
Setelah penyelidikan di tempat, investigasi akan dilanjutkan ke tahap analisis, di mana melibatkan pemeriksaan bukti yang ditemukan, dan data yang diekstrak dari dua kotak hitam pesawat.
Perekam data penerbangan pesawat, salah satu kotak hitam, ditemukan telah mengalami kerusakan di bagian luar.
Perekam tersebut juga ditemukan kehilangan konektor, yang menghubungkan unit penyimpanan data ke catu daya.
“Pihak berwenang sedang memeriksa metode teknis untuk mengekstrak data meskipun tidak ada konektornya,” kata Joo, seperti yang diberitakan Korea Times.
Kotak hitam kedua, perekam suara kokpit, dilaporkan dalam kondisi yang relatif lebih baik.
Tim investigasi akan segera memutuskan, apakah akan mencoba memperbaiki dan menganalisis kotak hitam yang rusak di dalam negeri, atau mengirim perangkat tersebut ke Dewan Keselamatan Transportasi Nasional di Amerika Serikat untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Joo menambahkan, bahwa ada dua pengawas lalu lintas udara yang bertugas di bandara pada saat kecelakaan terjadi.
Para penyelidik telah berbicara dengan keduanya, untuk mendengarkan keterangan mereka tentang insiden tersebut, namun memutuskan untuk tidak merilis informasi tersebut untuk saat ini.
Pemerintah Korea Selatan mengatakan, akan menangguhkan operasi Bandara Internasional Muan hingga tanggal 7 Januari, dan memutuskan untuk membuka kembali bandara tersebut di kemudian hari.
***