Petugas penyelamat dan personel medis berjaga di bandara Suvarnabhumi di Thailand akibat turbulensi dalam penerbangan dari London ke Singapura. (Sumber Foto: Rungroj Yongrit/EPA)
JawaPos.com - Pada penerbangan internasional, kematian yang disebabkan langsung oleh turbulensi sangat jarang terjadi.
Namun, kematian seorang penumpang asal Inggris dan cederanya orang lain dalam penerbangan penumpang Singapore Airlines dari London telah menyadarkan kita tentang potensi bahaya turbulensi.
Dilansir dari The Guardian, Rabu (22/5), pilot biasanya dapat memberikan peringatan dini terhadap sebagian besar jenis turbulensi dan memastikan semua penumpang dalam keadaan terikat.
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS mencatat lebih dari 100 cedera dan puluhan kematian hanya dalam waktu satu dekade pada penerbangan domestik, meskipun kematian sebagian besar terjadi ketika turbulensi.
Pada pesawat yang lebih besar, turbulensi berisiko menyebabkan cedera kepala atau cedera lainnya pada penumpang yang dapat terlempar ke dalam kabin jika tidak diikat, atau tertimpa puing-puing yang beterbangan.
Secara umum, hal ini disebabkan oleh pertemuan udara pada temperatur, tekanan atau kecepatan berbeda, dimana pola angin akan bertabrakan seperti perahu yang tiba-tiba menghadapi perairan yang berombak.
Baca Juga: Satu Penumpang Tewas Karena Pesawat Singapore Airlines Alami Turbulensi, Kenapa Bisa Separah Itu?
Biasanya beberapa kondisi cuaca dan geografis, seperti badai petir, barisan pegunungan, dan munculnya awan tertentu, dapat menandakan adanya turbulensi di masa depan, ada juga turbulensi udara jernih, yang dapat mengejutkan pilot pesawat dan terjadi tanpa peringatan.
Stuart Fox, direktur operasi penerbangan dan teknis di badan maskapai penerbangan global Iata, mengatakan prakiraan cuaca yang menunjukkan cuaca atau aliran udara di atas pegunungan dapat menunjukkan kemungkinan lebih tinggi terjadinya turbulensi udara jernih.
“Tapi Anda tidak bisa melihatnya, kekuatan dan arah aliran udara dapat berubah dengan cepat," kata Stuart Fox.
Pilot sekarang dapat mengendalikan berdasarkan laporan dari pesawat di depannya, Iata menjadi tuan rumah bagi platform yang digunakan oleh sejumlah maskapai saingan untuk bertukar data.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
