Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Mei 2024 | 19.18 WIB

Jarang Terjadi, Namun Apa yang Menyebabkan Turbulensi Udara pada Penerbangan?

Petugas penyelamat dan personel medis berjaga di bandara Suvarnabhumi di Thailand akibat turbulensi dalam penerbangan dari London ke Singapura. (Sumber Foto: Rungroj Yongrit/EPA)

JawaPos.com - Pada penerbangan internasional, kematian yang disebabkan langsung oleh turbulensi sangat jarang terjadi.

Namun, kematian seorang penumpang asal Inggris dan cederanya orang lain dalam penerbangan penumpang Singapore Airlines dari London telah menyadarkan kita tentang potensi bahaya turbulensi.

Dilansir dari The Guardian, Rabu (22/5), pilot biasanya dapat memberikan peringatan dini terhadap sebagian besar jenis turbulensi dan memastikan semua penumpang dalam keadaan terikat.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS mencatat lebih dari 100 cedera dan puluhan kematian hanya dalam waktu satu dekade pada penerbangan domestik, meskipun kematian sebagian besar terjadi ketika turbulensi.

Pada pesawat yang lebih besar, turbulensi berisiko menyebabkan cedera kepala atau cedera lainnya pada penumpang yang dapat terlempar ke dalam kabin jika tidak diikat, atau tertimpa puing-puing yang beterbangan.

Secara umum, hal ini disebabkan oleh pertemuan udara pada temperatur, tekanan atau kecepatan berbeda, dimana pola angin akan bertabrakan seperti perahu yang tiba-tiba menghadapi perairan yang berombak.

Biasanya beberapa kondisi cuaca dan geografis, seperti badai petir, barisan pegunungan, dan munculnya awan tertentu, dapat menandakan adanya turbulensi di masa depan, ada juga turbulensi udara jernih, yang dapat mengejutkan pilot pesawat dan terjadi tanpa peringatan.

Stuart Fox, direktur operasi penerbangan dan teknis di badan maskapai penerbangan global Iata, mengatakan prakiraan cuaca yang menunjukkan cuaca atau aliran udara di atas pegunungan dapat menunjukkan kemungkinan lebih tinggi terjadinya turbulensi udara jernih.

“Tapi Anda tidak bisa melihatnya, kekuatan dan arah aliran udara dapat berubah dengan cepat," kata Stuart Fox.

Pilot sekarang dapat mengendalikan berdasarkan laporan dari pesawat di depannya, Iata menjadi tuan rumah bagi platform yang digunakan oleh sejumlah maskapai saingan untuk bertukar data.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore