Ilustrasi facial atau perawatan wajah. (Freepik (@lookstudio),)
JawaPos.Com - Kabar mengejutkan datang dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), yang melaporkan temuan kasus HIV pada 3 perempuan di Amerika Serikat.
Dilansir dari Medical Daily, Rabu (1/5), temuan kasus HIV pada 3 perempuan di Amerika Serikat ini dakui cukup mengejutkan.
Sebab, ketiganya dinyatakan positif HIV usai menjalani prosedur perawatan wajah di salah satu spa kecantikan di Negeri Paman Sam tersebut.
Kendati penularan HIV melalui suntikan yang tidak steril merupakan risiko yang umum diketahui, namun temuan tersebut menjadi kasus pertama yang terdokumentasi di mana seseorang dapat tertular virus HIV melalui prosedur kosmetik yang melibatkan jarum suntik.
Sebelumnya, investigasi ini telah dimulai pada tahun 2018, dimana setelah seorang wanita berusia 40-an tidak memiliki faktor risiko tradisional seperti suntikan narkoba atau transfusi darah.
Ia didiagnosis mengidap HIV usai menerima perawatan microneeding atau yang dikenal dengan vampire facial, yakni sebuah prosedur yang dilakukan dengan mengambil darah pelanggan untuk dimasukkan ke dalam sebuah alat yang dapat memisahkan komponen dalam darah yang kaya akan trombosit.
Plasma darah yang dipisahkan kemudian bakal disuntikkan kembali ke wajah menggunakan jarum mikro untuk meningkatkan penampilan kulit dengan mengurangi kerutan dan bekas jerawat melalui stimulasi sel kulit baru dan produksi kolagen oleh plasma kaya trombosit.
Tindakan ini dianggap sebagai alternatif yang hemat biaya dan invasif minimal dibandingkan bedah pengencangan wajah.
Dalam kasus dua wanita lainnya, penularan HIV juga disebabkan oleh hal serupa.
Investigasi menunjukkan bahwa peralatan yang seharusnya digunakan untuk sekali pemakaian, digunakan kembali oleh spa VIP di Albuquerque tersebut.
Kasus itu kemudian membuat pejabat kesehatan menutup spa tersebut dan hasil pemeriksaan menunjukkan banyak praktik pengendalian infeksi yang tidak aman di sana.
Pemilik spa saat ini dilaporkan telah menjalani hukuman penjara karena telah melakukan praktik dokter tanpa izin.
Menanggapi hal tersebut, Ahli Epidemiologi CDC Anna Stadelman-Behar mengatakan prosedur ini berisiko rendah dan kasus-kasus tersebut menunjukkan sebuah anomali.
Orang-orang yang menjalani prosedur ini dapat menjaga diri mereka tetap aman dengan memverifikasi bahwa tempat tersebut memiliki izin dan memastikan jarum suntik serta perlengkapan sekali pakai lainnya diambil langsung dari kemasan aslinya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
