
helikopter Ingenuity milik NASA di Mars 2020.
JawaPos.com–Badan Antariksa AS (NASA) umumkan bahwa pada Kamis (25/1), helikopter seberat 4 pon (1,8 kg) bernama Ingenuity tidak dapat lagi terbang karena kerusakan bilah rotor.
Dilansir dari The Guardian, para pejabat mengatakan, meski tetap tegak dan melakukan kontak dengan pengontrol penerbangan, misi tersebut secara resmi telah berakhir. Awalnya dimaksudkan sebagai demo teknologi jangka pendek, Ingenuity mencatat 72 penerbangan selama tiga tahun di Mars.
Pesawat itu telah mengumpulkan lebih dari dua jam waktu penerbangan, menempuh jarak 11 mil (18 km). Itu lebih dari 14 kali lebih jauh dari yang direncanakan. Menurut NASA, helokopter itu melonjak setinggi 79 kaki (24 meter) dan mencapai kecepatan hingga 22,4 mph (36 km/jam).
”Meskipun kami tahu tidak bisa dihindari, tidak mudah untuk mengumumkan akhir misi, hampir meremehkan jika dikatakan bahwa hal ini telah melampaui ekspektasi,” kata Lori Glaze dari NASA.
Ingenuity menumpang wahana penjelajah Perseverance milik NASA, yang telah melakukan pendaratan di Mars pada 2021. Dia akhirnya berfungsi sebagai pengintai bagi penjelajah tersebut dan membuktikan bahwa penerbangan bertenaga mungkin dilakukan di atmosfer Mars yang tipis.
Gambar yang dikirim minggu ini dari penerbangan terakhirnya menunjukkan bahwa satu atau lebih bilah rotornya mengalami kerusakan saat mendarat dan mungkin mengenai permukaan. Bilahnya tidak lagi dapat digunakan, helikopter tersebut naik ke ketinggian 40 kaki pada penerbangan terakhirnya minggu lalu, melayang selama beberapa detik sebelum turun.
Dia secara misterius kehilangan kontak dengan penjelajah terdekat, yang di mana alasan hilangnya komunikasi sedang diselidiki.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
