Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Januari 2024 | 00.06 WIB

Diserang oleh Amerika dan Inggris, Berikut Sejarah Gerakan Houthi yang Melancarkan Aksi Protes Terhadap Perang Gaza

poster Abdul Malik al Houthi, pimpinan al-Houthi saat ini/Image by rte.ie/Mysterious Houthi leader who created a defiant force (rte.ie) - Image

poster Abdul Malik al Houthi, pimpinan al-Houthi saat ini/Image by rte.ie/Mysterious Houthi leader who created a defiant force (rte.ie)

JawaPos.com - Beberapa waktu yang lalu heboh serangan gabungan dari Amerika dan Inggris kepada kelompok milisi Houthi asal Yaman.

Faktor yang dianggap menjadi pemicu serangan terhadap Houthi ini adalah karena pembajakan kapal kargo yang akan pergi ke daerah Israel.

Pembajakan kapal kargo yang dilakukan Houthi ini merupakan bentuk protes yang dilakukan mereka atas pembantaian dan agresi militer Israel yang terjadi di Gaza.

Dilansir dari britannica.com, kelompok militan Houthi merupakan gerakan militansi yang terbentuk di Yaman Utara.

Kelompok Houthi didirikan dan dipimpin oleh seorang politisi Yaman dari golongan Syiah Zaidiyah yang bernama Hussein Badruddin al-Houthi.

Sejak tahun 2004, kelompok Houthi terus aktif melakukan pemberontakan kepada pemerintah Yaman yang secara internasional diakui secara hukum.

Latar belakang kelompok Houthi di mulai saat Hussein keluar dari parlemen (1997). Aktivis al Haqq yang karismatik ini mulai membina para pemuda Zaidiyah yang dimaksudkan sebagai alternatif dari jaringan pemuda Wahabi yang serupa.

Jaringan yang dibina oleh Hussein ini menawarkan pendidikan agama, kesejahteraan sosial, dan ikatan persahabatan. Karena penawaran itu, jaringan ini sempat didukung oleh pemerintahan Yaman.

Pendanaan dan dukungan terhadap jaringan yang diasuh Hussein dihentikan pada tahun 2000.

Hal ini karena popularitas dari jaringan pemuda Zaidiyah ini meningkat dan kritik-kritik yang dilancarkan organisasi ini semakin kuat terhadap kepemimpinan Presiden Saleh dalam pemerintahan Yaman.

Presiden Saleh yang mendukung Amerika atas propaganda “War on Terror” dan Invasi amerika ke Irak memancing amarah dari beberapa gerakan dan simpatisan. Akibatnya, ketegangan antara jaringan pemuda Zaidiyah dan rezim Presiden Saleh meningkat.

Pada bulan Juli 2004 Rezim Saleh mengutus untuk menindak simpatisan yang bergerak bersama jaringan pemuda Zaidiyah.

Selain itu, saleh juga mengeluarkan perintah penangkapan kepada Hussein al-Houthi.

Setelah berbulan-bulan menjalani perlawanan bersenjata kepada rezim, Hussein akhirnya terbunuh oleh Tentara Yaman.

Kepemimpinan sementara dari gerakan pun dialihkan kepada ayahnya sebelum kemudian diambil alih saudaranya Abdul Malik al-Houthi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore