
Sejumlah pengungsi etnis Rohingya beristirahat di Gedung TPI Kuala Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur. (ANTARA/Hafidiah)
JawaPos.com - Masalah kemanusiaan yang melibatkan etnis Rohingya dan sejumlah kasus lainnya di Myanmar mendapat perhatian khusus dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dilansir dari Antara pada Selasa (19/12), seorang pejabat PBB mengungkapkan bahwa sepertiga penduduk negara Asia Tenggara tersebut membutuhkan bantuan kemanusiaan.
PBB bersama dengan mitra-mitra yang menangani persoalan kemanusiaan telah merilis Rencana Kebutuhan Kemanusiaan dan Respons 2024 untuk Myanmar.
Rencana tersebut mengulas gambaran suram situasi kemanusiaan di negara tersebut hingga tiga tahun sesudah pengambilalihan kekuasaan oleh pihak militer.
Stephane Dujarric sebagai Juru bicara Sekjen PBB menyebutkan jumlah penduduk Myanmar yang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
“Sepertiga penduduk atau 18,6 juta orang – membutuhkan bantuan kemanusiaan. Jumlah ini satu juta lebih banyak dibanding tahun lalu dan hampir 19 kali lipat dari jumlah orang yang membutuhkan bantuan sebelum pengambilalihan militer,” paparnya.
“Anak-anak menanggung beban krisis,” sambung Stephane Dujarric.
Pria kelahiran Paris, Prancis tersebut juga menuturkan berbagai contoh permasalahan yang harus dihadapi oleh masyarakat Myanmar.
Ia mengungkapkan ada sekitar enam juta warga negara Myanmar yang membutuhkan bantuan khusus karena harus mengungsi.
Para pengungsi tersebut dilaporkan sangat membutuhkan akses terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Selain itu, mereka juga mengalami kekurangan pangan dan malnutrisi, serta risiko perlindungan dan keamanan.
Akibat dari lingkungan yang tidak ideal tersebut, kelompok yang paling terdampak antara lain, adalah kaum perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, dan warga Rohingya.
“Dalam menghadapi lonjakan kebutuhan, lembaga-lembaga kemanusiaan telah memprioritaskan 5,3 juta orang supaya mendapatkan bantuan mendesak pada 2024, dan itu membutuhkan 994 juta dolar AS (sekitar Rp15,4 triliun),” jelasnya.
Diketahui pada tahun 2017, pihak militer Myanmar melangsungkan operasi kekerasan terhadap warga Rohingya di Negara Bagian Rakhine utara yang disebut sebagai genosida oleh kelompok-kelompok HAM.
Hampir 1,2 juta warga Rohingya dipaksa lari untuk mencari perlindungan dan mengungsi ke negara tetangga seperti Bangladesh, di mana mereka tinggal di kamp pengungsi penuh sesak selama bertahun-tahun.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
