Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Desember 2023 | 01.29 WIB

Jika Rusia Menang atas Ukaraina, Apakah AS akan Kehilangan Kekuatan dan Membuka Pintu Bagi Tiongkok?

Tentara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok berbaris dalam parade militer untuk memperingati 70 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua, di Beijing. (sumber: Thomson Reuters) - Image

Tentara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok berbaris dalam parade militer untuk memperingati 70 tahun berakhirnya Perang Dunia Kedua, di Beijing. (sumber: Thomson Reuters)

JawaPos.com - Saat bantuan militer dari Amerika Serikat ke Ukraina berhenti di Kongres dan Kyiv mengusulkan bantuan tambahan, sebuah lembaga think thank atau disebut juga lembaga pemikr menggulirkan tanda bahaya.

Para analisis memperingatkan, kemenangan Rusia bukan hanya berarti akhir dari Ukraina.

Institute for the Study of War (ISW), lembaga think tank yang bermarkas di Washington, DC, memberi peringatan bahwa jika Rusia keluar sebagai pemenang, Amerika Serikat mungkin terpaksa mengevakuasi pasukan dan jet silumannya ke Eropa Timur, mengikat Amerika dengan lebih kuat dan menghambat kemampuannya untuk beraksi.

Hal tersebut bisa membuka peluang bagi Tiongkok untuk mengambil alih Taiwan, memperluas wilayahnya, dan meningkatkan pengaruhnya.

Dalam analisis yang diterbitkan pada hari Kamis (14/12), perang yang telah berlangsung hampir dua tahun antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Ukraina dinilai memiliki dampak yang lebih signifikan daripada yang banyak orang prediksikan.

Penilaian tersebut menyatakan bahwa Amerika Serikat memiliki kepentingan yang jauh lebih besar dalam konflik ini.

Penilaian tersebut juga menyatakan bahwa perang tersebut kemungkinan akan menyebabkan runtuhnya kemampuan Ukraina untuk menahan serangan militer Rusia, akhirnya memberi peluang kepada Putin untuk mengambil alih negara tersebut.

Dilansir dari Business Insider, Jum'at (15/12), dalam konteks Kongres, Partai Republik menilai bahwa membantu Ukraina mempertahankan garis pertahanan melawan pasukan Rusia melalui bantuan militer Barat akan menjadi opsi yang lebih menguntungkan dan ekonomis bagi Amerika Serikat daripada jika Ukraina mengalami kekalahan dalam perang.

Para ahli perang menyoroti bahwa opsi tersebut akan mengurangi risiko dan biaya yang terlibat dalam pertempuran.

Kendati demikian, ada tudingan bahwa Partai Republik di Kongres memanfaatkan dukungan keuangan untuk membantu Ukraina sebagai alat dalam upaya mereka untuk mempromosikan agenda partisan yang ekstrem, terutama terkait dengan perbatasan AS-Meksiko.

Tudingan ini menyiratkan bahwa pendanaan tersebut mungkin digunakan sebagai sarana untuk memaksa kebijakan ekstrem Partai Republik terkait dengan isu perbatasan tersebut.

Meskipun beberapa anggota Partai Republik menyatakan keinginan mereka untuk kebijakan imigrasi yang lebih ketat dan peningkatan dana untuk keamanan perbatasan sebagai imbalan atas dukungan mereka terhadap Ukraina, beberapa anggota parlemen sayap kanan menolak memberikan tambahan dana kepada Ukraina.

Menurut Institute for the Study of War (ISW), kemungkinan pengambilalihan Rusia terhadap seluruh Ukraina "bukanlah sesuatu yang tidak mungkin" jika Amerika Serikat menghentikan semua bantuan militer, dan Eropa ikut mengikuti langkah tersebut.

Para ahli perang menyatakan bahwa hasil seperti itu akan membawa tentara Rusia meraih kemenangan hingga mencapai perbatasan NATO, membentang dari Laut Hitam hingga Samudra Arktik.

Oleh sebab itu, Amerika Serikat akan terpaksa menempatkan "sejumlah besar pasukan darat" di Eropa Timur untuk "mencegah dan melindungi diri dari ancaman baru yang muncul setelah kemenangan penuh Rusia," seperti yang dijelaskan oleh ISW.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore