Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Desember 2023 | 20.35 WIB

Bahan Bakar Fosil Semakin Menurun, COP28 Ingin Negara di Dunia Beralih ke Energi Terbarukan

COP28 menginginkan negara-negara mengganti bahan bakar fosil./Reuters



JawaPos.com - 
Rancangan kesepakatan iklim PBB, COP28 pada hari Rabu (13/12) kemarin telah menyerukan agar dunia beralih dari bahan bakar fosil yang semakin menipis.

Ini dianggap menjadi upaya terakhir untuk memecahkan kebuntuan antara negara-negara yang menginginkan penghentian penggunaan minyak, gas dan batu bara serta produsen minyak mentah yang dipimpin oleh Arab Saudi.

Teks tersebut menyerukan untuk beralih dari bahan bakar fosil dalam sistem energi, dengan cara yang adil, teratur dan merata, mempercepat tindakan dalam dekade yang kritis ini, untuk mencapai titik nol pada tahun 2050 sesuai dengan sains.

Dilansir dari Reuters pada Kamis (14/12), Meskipun dokumen tersebut tidak menyebutkan penghentian yang diminta oleh negara-negara Barat dan negara-negara kepulauan yang paling rentan terhadap naiknya permukaan laut dan badai tropis, namun rumusnya lebih kuat dibandingkan dengan draf sebelumnya yang ditolak mentah-mentah.

Para pemerintah tidak segera merespons hal tersebut namun tanggapan dari para aktivis iklim beragam.

Beberapa mengatakan ini merupakan langkah maju yang penting sementara lainnya kecewa karena tidak ada penyebutan penghentian penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap.

Baca Juga: Erick Thohir Hadir di Sesi COP28, Mangrove Disebut Ikut Berjasa dalam Mengendalikan Perubahan Iklim

Teks tersebut mengirimkan sinyal kuat bahwa para pemimpin dunia mengakui bahwa peralihan tajam dari bahan bakar fosil ke energi bersih dalam dekade kritis ini dan seterusnya yang selaras dengan sains, sangat penting untuk mencapai tujuan iklim kita, ujar Rachel Cleetus, Direktur kebijakan di Union of Concerned Scientist


Stephen Cornelius dari kelompok konservasi WWF menyuarakan kekecewaannya atas minusnya penghentian penggunaan bahan bakar fosil secara menyeluruh, namun ia juga mengatakan bahwa draf kesepakatan ini akan menjadi momen yang penting.

Dilansir dari New York Times, meskipun tidak menggunakan istilah penghentian bahan bakar fosil rancangan ini mendukung upaya untuk mengurangi tenaga batu bara tanpa henti.

Ini berari batu bara dengan teknologi penangkap karbon untuk mengurangi emisi, yang dianggap oleh banyak aktivis lingkungan sebagai tidak terbukti, dapat terus berlanjut.

Dokumen ini juga menyerukan penghapusan subsidi bahan bakar fosil yang tidak efisien yang tidak mengatasi kemiskinan energi atau transisi yang adil, sesegera mungkin.

Teks tersebut merupakan sinyal yang lebih kuat daripada teks rancangan sebelumnya. Namun hal ini membuka pintu bagi gangguan berbahaya seperti penangkapan karbon," kata Caroline Brouillete, Direktur eksekutif Climate Action Network Canada.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore