Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Desember 2023 | 11.48 WIB

Sejarah Organisasi IDF, Pasukan Israel yang Diduga Tangkap Warga Sipil Palestina

Tentara IDF terlihat mengambil bagian dalam latihan simulasi misi penyelamatan di belakang garis musuh. - Image

Tentara IDF terlihat mengambil bagian dalam latihan simulasi misi penyelamatan di belakang garis musuh.

JawaPos.com - Viral di media sosial foto anggota IDF yang diduga menangkap warga sipil Palestina. Foto tersebut menimbulkan keprihatinan karena menunjukkan penyalahgunaan kekuasaan terhadap warga sipil.

Dilansir dari akun X @PalestineNW pada Jumat (8/12), foto tersebut diklaim memiliki persamaan dengan gaya penyanderaan ISIS, bahkan menyiratkan kemungkinan eksekusi massal terhadap beberapa warga sipil.

Sebagai informasi, IDF (Israel Defense Forces) didirikan pada 31 Mei 1948, hanya dua minggu setelah deklarasi kemerdekaan Israel. Sejak pembentukannya, prinsip-prinsip panduannya telah dibentuk oleh kebutuhan negara untuk mempertahankan diri dari negara-negara tetangga yang jumlahnya lebih banyak.

Elemen utama dari doktrin ini adalah keyakinan bahwa Israel tidak boleh kalah dalam perang. Para perencana IDF percaya bahwa tujuan ini hanya dapat dicapai melalui strategi defensif yang memanfaatkan mobilisasi kekuatan yang sangat besar secara cepat untuk membawa perang ke tangan musuh.

Karena tentara Israel mempunyai komponen tugas aktif yang relatif kecil perkiraan pada awal abad ke-21 menyebutkan bahwa tentara Israel berjumlah sekitar 125.000 tentara. Sekitar dua pertiganya adalah wajib militer misi ini hanya dapat dicapai melalui pemeliharaan pasukan cadangan yang terlatih, intelijen yang kuat, dan aktif dalam pengumpulan informasi.

IDF dilengkapi dengan sistem peringatan dini yang kokoh, salah satu yang paling canggih di dunia dalam pertahanan rudal jaringan. Serta kekuatan mekanis yang mencakup sekitar 2.500 pertempuran utama dan lebih dari 5.000 pengangkut personel lapis baja.

Ketergantungan IDF pada unit cadangan untuk menyediakan sebagian besar kekuatan infanterinya menjadikan IDF dapat lebih tepat dikategorikan sebagai milisi warga.

Milisi ini dilengkapi dengan korps kecil perwira karir dan wajib militer yang bertugas aktif. Wajib militer adalah wajib bagi orang Yahudi dan Druze, baik pria maupun perempuan.

Penundaan wajib militer tersedia bagi pelajar, dan pengecualian dari dinas diberikan kepada perempuan yang sudah menikah, perempuan dengan anak, dan pria yang sudah menikah sedang menjalani usaha studi agama.

Masa tugas aktif wajib militer adalah 32 bulan untuk laki-laki dan 24 bulan untuk perempuan. Setelah itu, terdapat periode tugas cadangan wajib yang berlangsung selama beberapa dekade, dengan batas usia 50 tahun untuk perempuan dan usia 55 tahun untuk pria.

Di antara unit infanteri khusus dalam IDF terdapat Brigade Nahal, yang didirikan oleh David Ben-Gurion dan menggabungkan pelatihan militer serta pertanian. Selain itu, ada Brigade Kfir yang mengkhususkan diri dalam pertempuran perkotaan dan kontra terorisme, Korps Teknik Tempur, dan Pasukan Terjun Payung.

Komandan IDF adalah Kepala Staf Umum, posisi yang tunduk pada pengawasan sipil oleh Menteri Pertahanan. Panglima angkatan udara dan angkatan laut melapor kepada Kepala Staf, begitu pula komandan regional dan kepala berbagai direktorat pertahanan.

Salah satu direktorat tersebut adalah Intelijen Korps, yang, bersama dengan Mossad (operasi eksternal) dan Shin Bet (operasi internal), merupakan tiga pilar pembentukan intelijen dan kontra-intelijen Israel.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore