
Pemandangan umum menunjukkan fasilitas minyak Marathon Petroleum di Anacortes, Washington AS. Sumber Foto: David Ryder/Reuters.
JawaPos.com – Sebuah data menunjukkan bahwa pembangkit listrik di Tiongkok dan India, serta produksi minyak dan gas di AS membuat emisi gas rumah kaca melonjak.
Peningkatan emisi gas rumah kaca global tersebut menjadi penghasil terbesar sejak tahun 2015, ketika perjanjian iklim Paris ditandatangani.
Dilansir dari The Guardian, Senin (4/12), emisi metana, gas rumah kaca meningkat dan berpengaruh 80 kali lebih kuat daripada karbon dioksida.
Meski begitu, menurut data yang diterbitkan pada hari Minggu oleh proyek Climate Trace, telah lebih dari 100 negara menandatangani janji untuk mengurangi gas tersebut.
Data menunjukkan bahwa negara-negara dan perusahaan gagal melaporkan emisi mereka secara akurat, meskipun ada kewajiban untuk melaporkannya berdasarkan perjanjian Paris.
Lebih dari 190 negara telah bertemu di Dubai sejak Kamis dalam upaya untuk membuat dunia pada jalur yang tepat untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5C di atas tingkat pra-industri.
Inti dari KTT iklim PBB Cop28 di Dubai adalah sebuah proses yang dikenal sebagai inventarisasi global, sebuah penilaian terhadap kemajuan dalam memenuhi pengurangan emisi yang diperlukan untuk tetap berada dalam batas 1,5C.
Al Gore, pendiri inisiatif Climate Trace mengatakan, “Jejak Iklim saat ini tidak memiliki informasi akurat.”
“Kami dapat merinci dengan tepat dari mana emisi berasal, fasilitas demi fasilitas, namun jika masalahnya adalah emisi gas rumah kaca, maka masuk akal jika kita mencari tahu dari mana gas tersebut berasal,” tambahnya
Dia mengatakan PBB dapat menggunakan data tersebut, begitu pula perusahaan yang ingin membuat laporan akurat mengenai emisi mereka sendiri.
***

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
