
Ledakan dahsyat yang diyakini disebabkan oleh sebuah bom yang merobek sebuah Misa Katolik dan menewaskan beberapa orang. (Pemerintah Provinsi Lanao Del Sur - Kantor Informasi Publik melalui AP)
JawaPos.com - Presiden Filipina menyalahkan "teroris asing" atas serangan bom yang mengakibatkan empat kematian dan puluhan cedera di antara jemaat Katolik di selatan pada hari Minggu (03/12).
Insiden ini memicu kewaspadaan tinggi di berbagai wilayah, termasuk ibu kota Manila, di mana pasukan keamanan negara ditempatkan.
Bom yang diduga terbuat dari mortir meledak selama Misa di gimnasium Universitas Negeri Mindanao di Marawi selatan, diungkap dari ABCNews, Senin (04/12).
Taha Mandangan, kepala keamanan kampus menyampaikan informasi ini kepada The Associated Press melalui telepon. Siswa dan guru berusaha menyelamatkan diri dari gedung olahraga, sementara korban luka segera dilarikan ke rumah sakit.
Mayjen Gabriel Viray III, komandan militer daerah, melaporkan empat kematian, termasuk tiga wanita dan 50 orang lainnya dirawat di dua rumah sakit.
Gubernur Mamintal Adiong Jr. dari provinsi Islam Lanao del Sur, yang memiliki ibu kota Marawi, menyatakan enam orang terluka parah dan berjuang untuk hidup mereka di rumah sakit.
"Dengan tegas, saya mengecam tindakan yang tidak masuk akal dan kejam yang dilakukan oleh teroris asing di Universitas Negeri Mindanao," ujar Presiden Ferdinand Marcos Jr. melalui sebuah pernyataan.
"Mereka yang menggunakan kekerasan terhadap warga yang tidak bersalah akan selalu dianggap sebagai musuh masyarakat kita," lanjutnya.
Marcos tidak memberikan penjelasan mengenai alasan langsung menyalahkan militan asing atas serangan bom yang merusak tersebut.
Menteri Pertahanan Gilberto Teodoro Jr. kemudian menyatakan pada konferensi pers tanpa memberikan rincian lebih lanjut bahwa ada petunjuk kuat mengenai kehadiran "elemen asing" dalam peristiwa ledakan tersebut.
Jenderal Romeo Brawner Jr., kepala staf militer, menyampaikan bahwa serangan bom mungkin merupakan tindakan balas dendam yang dilakukan oleh kelompok militan Muslim sebagai respons terhadap serangkaian kekalahan dalam pertempuran.
"Kami tengah mencari kemungkinan sudut pandang," ujar Brawner.
"Ada kemungkinan ini merupakan serangan sebagai balasan," tambahnya.
Dia merujuk pada pembunuhan sebelas tersangka militan Islam dalam serangan militer yang didukung oleh serangan udara dan tembakan artileri di dekat kota Datu Hoffer di provinsi Maguindanao selatan pada hari Jumat (01/12).
Brigadir Jenderal Allan Nobleza, Direktur Polda menyatakan bahwa para militan yang tewas adalah anggota Dawlah Islamiyah, kelompok bersenjata yang bersekutu dengan ISIS dan masih aktif di provinsi Lanao del Sur.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
