
Human Rights Watch (HRW) mengklaim serangan RS di Gaza berasal dari roket Palestina yang salah sasaran.
Jawapos.com – Agresi pasukan militer Israel (IDF) di Jalur Gaza sejak (7/10) silam telah menghancurkan beberapa fasilitas medis yang menjadi tempat perlindungan satu-satunya bagi warga.
Salah satu serangan yang menyasar rumah sakit Al-Ahli di Gaza telah memicu sebuah kontroversi akan adanya dugaan kejahatan perang dari kedua belah pihak.
Dilansir dari Reuters, Selasa (28/22), Human Rights Watch (HRW) mengatakan pada Minggu bahwa bukti menunjukkan roket Palestina yang salah sasaran kemungkinan menjadi penyebab ledakan di sebuah rumah sakit Gaza pada 17 Oktober.
HRW merupakan sebuah organisasi non profit, non pemerintah yang berbasis di New York. Organisasi ini memiliki tujuan mempromosikan hak asasi manusia dan keadilan di seluruh dunia.
“Ledakan yang menewaskan dan melukai banyak warga sipil di Rumah Sakit Arab Al-Ahli di Gaza pada 17 Oktober 2023, tampaknya disebabkan oleh amunisi berpeluncur roket, seperti yang biasa digunakan oleh kelompok bersenjata Palestina,” kata HRW.
Pihak HRW mengklaim bahwa temuan penyelidikannya terhadap ledakan tersebut didasarkan pada tinjauan foto dan video, citra satelit dan wawancara dengan para saksi dan ahli.
Menanggapi pernyataan organisasi hak asasi manusia itu, pejabat senior Hamas, Baser Naim menolak mentah-mentah klaim tersebut.
Ia mengatakan kepada Reuters bahwa laporan HRW adalah bias terhadap Israel. Ia juga menambahkan bahwa IDF lah yang bertanggung jawab dalam serangan ini.
“HRW belum memberikan bukti apa pun untuk mendukung temuan mereka atau kesaksian saksi mata atau pendapat mengenai ekspor militer independen,” katanya,
Naim juga menegaskan Hamas telah menawarkan kerja sama penuh kepada HRW atau komite investigasi internasional lainnya jika mereka bersedia mengunjungi Gaza dan melakukan penyelidikan menyeluruh.
Rumah sakit menjadi sasaran pemboman dalam konflik di Jalur Gaza sejak 7/10 silam. Adapun semua rumah sakit yang berada di bagian utara wilayah kantong tersebut tidak berfungsi secara normal.
Meskipun tidak berfungsi secara normal, rumah sakit tersebut terus menampung beberapa pasien yang tidak dapat melarikan diri serta orang-orang yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Sebagai informasi, Hingga saat ini, Israel telah memperluas dominasi serangan di jalur Gaza baik dari udara maupun darat yang mengakibatkan bertambahnya korban jiwa.
Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, jumlah korban tewas di Palestina telah mencapai 14.400 orang. Sementara di Tepi Barat, 175 warga tewas oleh serangan tentara IDF yang membabi buta.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
