Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 November 2023 | 21.30 WIB

Jumlah Sarang Penyu di Sejumlah Pantai di AS Catat Rekor pada Tahun Ini

Seekor penyu hijau yang baru saja menetas menuju Samudera Atlantik di Cape Canaveral, Florida. - Image

Seekor penyu hijau yang baru saja menetas menuju Samudera Atlantik di Cape Canaveral, Florida.

JawaPos.com - Seperti yang telah dilakukan selama berjuta-juta tahun, ribuan penyu laut telah memasuki pantai-pantai AS untuk meletakkan telur selama beberapa bulan terakhir ini. Tahun ini, rekor sarang penyu ditemukan di Florida dan lokasi lain, meski kekhawatiran terkait perubahan iklim dan pemanasan global semakin meningkat.

Dilansir dari ABC News, di Florida, data awal menunjukkan lebih dari 133.840 sarang penyu tempayan, memecahkan rekor dari tahun 2016. Hal yang sama terjadi pada penyu hijau, dengan perkiraan setidaknya 76.500 sarang, jauh melampaui angka tahun pada tahun 2017.

Jumlah sarang penyu juga dilaporkan tinggi di Carolina Selatan, Alabama, Carolina Utara, dan Georgia. Meskipun tidak semua mencatat rekor seperti di Florida, Justin Perrault dari Loggerhead Marinelife Center menyatakan bahwa jumlah sarangnya luar biasa tahun ini, terutama di pantai-pantai setempat di Palm Beach County.

Namun, karena pemanasana global tahun ini, ada tujuh spesies penyu, yang semuanya dianggap terancam punah, dan pantai Florida merupakan salah satu tempat penetasan terpenting di dunia.

Hanya sekitar satu dari 1.000 tukik penyu yang dapat bertahan hingga dewasa karena mereka menghadapi berbagai ancaman, termasuk predator dan gangguan tempat sarang mereka.

Pada tahun ini di Gulf Coast Florida, 75 sarang terkena dampak Badai Idalia pada Agustus, menyebabkan kerusakan besar pada sarang penyu.

Sarang sebelum badai sebagian besar hilang karena air pasang dan banjir. Perubahan iklim, seperti naiknya permukaan laut dan badai tropis yang lebih intens, semakin juga mempersulit kehidupan penyu.

Suhu pasir yang lebih hangat juga mempengaruhi jenis kelamin penyu, dengan suhu yang lebih tinggi menghasilkan lebih banyak penyu betina.

Studi terbaru menunjukkan bahwa penyu harus bersarang lebih lama atau lebih awal untuk mengatasi perubahan lingkungan, namun hal tersebut mungkin tidak cukup untuk menjaga keberlanjutan spesies ini.

Ancaman semakin meningkat karena pembangunan tembok laut yang menghalangi penyu betina mencari tempat bersarang yang ideal.

Setelah menggali jalan keluar, tukik harus merangkak menuju laut, tetapi sering kali menjadi mangsa burung dan hewan lainnya.

Lampu listrik atau mercusuar juga dapat mengacaukan navigasi mereka, menyebabkan penyu tersesat di pantai karena tidak mengikuti cahaya bulan dan bintang. Bahkan setelah mencapai laut, banyak ikan menanti mereka.

Meski jumlah sarang penyu meningkat tahun ini, ahli biologi Michelle Pate dari Carolina Selatan mengungkapkan keprihatinan bahwa banyak tukik gagal mencapai air, mengisyaratkan masa depan yang tidak menjanjikan.

Justin Perrault menekankan bahwa meskipun angka rekor saat ini menggembirakan, populasi tukik mungkin tidak sebaik yang diharapkan. Prediksi untuk 20 hingga 30 tahun ke depan menunjukkan potensi penurunan angka rekor seperti sekarang.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore