Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 November 2023 | 18.11 WIB

Lepas dari Penjara Israel, Warga Palestina Menangis Peluk Ibu

PERTUKARAN TAHANAN: Raghad Fan, warga Palestina yang kemarin dibebaskan oleh Israel, disambut keluarganya Baytunia, Tepi Barat. - Image

PERTUKARAN TAHANAN: Raghad Fan, warga Palestina yang kemarin dibebaskan oleh Israel, disambut keluarganya Baytunia, Tepi Barat.

JawaPos.com – Marah Bakeer memeluk erat ibunya. Begitu juga Malak Suleiman. Tangis mereka pecah. Haru dan bahagia. Setelah bertahun-tahun mendekam di tahanan militer Israel, Marah Bakeer dan Malak Suleiman akhirnya dibebaskan.

Mereka adalah dua dari 39 warga Palestina yang dibebaskan Israel sesuai kesepakatan gencatan senjata.

Malak kemarin (25/11) tampak semringah saat mendapatkan sepotong pizza. Itu adalah makanan pertamanya sebagai perempuan merdeka setelah delapan tahun mendekam dalam penjara Israel. ”Siapa yang tidak sebahagia ini menikmati sepotong pizza setelah menghabiskan delapan tahun di penjara?” katanya sambil tersenyum seperti dilansir Qudsnen.

Qusai Hani, sandera lain yang dibebaskan, mengatakan kepada Qudsnen bahwa militer Israel sempat melontarkan ancaman sebelum membebaskannya. ”Saya akan ditangkap lagi kalau yang menerima pembebasan bukan keluarga saya sendiri,” ujarnya.

Jamal Abu Hamdan, remaja 16 tahun yang juga dibebaskan Israel, terlihat tenang memeluk kerabat dan teman yang datang menyambutnya. Dia sempat diarak keliling kampung oleh teman-temannya. Jamal ditahan Israel hanya gara-gara memasuki Masjid Al Aqsa untuk melaksanakan salat tanpa seizin militer Israel. Selain pembebasan sandera, bahan bantuan juga diizinkan memasuki Jalur Gaza. Truk-truk dari Mesir yang mengangkut bantuan juga bisa menyeberang ke Rafah.

Tangkapan layar dari rekaman video menunjukkan seorang warga Israel yang dibebaskan Hamas.

Dilansir BBC, 39 tahanan itu terdiri atas 24 perempuan dan 15 remaja laki-laki. Pos pemeriksaan Baytunia di Tepi Barat menjadi saksi pembebasan mereka. Pada hari yang sama, Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas, membebaskan 24 warga Israel yang ditawan dalam serangan mengejutkan pada 7 Oktober lalu.

Sebagaimana diketahui, Israel dan Hamas sepakat untuk mengadakan gencatan senjata selama empat hari. Berdasar kesepakatan tersebut, kedua pihak juga siap membebaskan tahanan masing-masing. Sebanyak 50 perempuan dan anak-anak di bawah usia 19 tahun yang disandera Hamas dapat dibebaskan dengan imbalan 150 perempuan dan remaja Palestina yang ditahan Israel.

Ke-50 sandera tersebut, di antara sekitar 240 sandera yang disandera Hamas dalam serangan mereka pada 7 Oktober di Israel, akan dibebaskan secara bertahap. Pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian itu menyebut penghentian permusuhan sebagai ”jeda kemanusiaan”. Jeda akan diperpanjang satu hari untuk setiap tambahan sepuluh sandera yang dibebaskan, kata Israel dalam sebuah pernyataan.

Hamas menyatakan, Israel telah setuju untuk menghentikan lalu lintas udara di utara Gaza mulai pukul 10 pagi (15.00 WIB) hingga pukul 4 sore (21.00 WIB) setiap hari selama gencatan senjata dan menghentikan semua lalu lintas udara di selatan selama keseluruhan periode tersebut.

Di sisi lain, truk-truk yang membawa bantuan ke Gaza terlihat antre sejak pagi. Kemarin merupakan hari kedua Israel mengizinkan masuknya empat tanker solar dan empat truk berisi gas masuk ke Gaza.

Juru Bicara Agensi Pekerjaan dan Pemulihan untuk Pengungsi PBB (UNRWA) Juliette Touma menyebutkan, banyak sekolah dan fasilitas publik yang menampung pengungsi. Rata-rata mereka meninggalkan hartanya dan hanya menyisakan pakaian yang dikenakan.

”Perbekalan kesehatan dasar, makanan, obat-obatan, air minum, dan beberapa bahan pembersih serta perlengkapan kebersihan itu sangat penting,” katanya. Sejak mulai gencatan sengaja, banyak warga Gaza yang kembali ke rumah mereka. Mereka ingin memungut apa saja yang tersisa dari reruntuhan. (lyn/c9/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore