Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 November 2023 | 23.20 WIB

Temuan Fosil di Provinsi Hebei Beri Petunjuk Aktivitas Dinosaurus di Tiongkok pada Periode Kapur

Foto yang menunjukkan fosil dinosaurus Stegosaurus yang ditemukan selama proyek penggalian dan restorasi fosil di Provinsi Hebei. (Xinhua/Long Qian) - Image

Foto yang menunjukkan fosil dinosaurus Stegosaurus yang ditemukan selama proyek penggalian dan restorasi fosil di Provinsi Hebei. (Xinhua/Long Qian)

JawaPos.com - Ilmuwan dan ahli paleontologi Tiongkok berhasil menemukan dua fosil dinosaurus, salah satunya dengan bekas kulit yang hampir utuh.

Dilansir dari Xinhua pada Rabu (22/11), fosil tersebut ditemukan saat berlangsungnya proyek penggalian dan restorasi fosil di Provinsi Hebei, Tiongkok utara.

Sebelumnya pada tahun 2017, beberapa fosil tulang dinosaurus juga terlihat di Daerah Otonomi Fengning Manchu di kota Chengde.

Penggalian dan restorasi selama bertahun-tahun menghasilkan dua set fosil dinosaurus yang terawetkan dengan sangat baik.

Dua fosil tersebut terdiri dari, satu milik dinosaurus Ceratopsidae yang relatif primitif dengan tulang seluruh tubuh yang hampir lengkap.

Sementara yang lainnya adalah Stegosaurus, yang memiliki serangkaian tulang dan bekas kulit yang kurang utuh.

Fosil-fosil tersebut diperkirakan telah berumur lebih dari sekitar 130 juta tahun.

Dinosaurus Stegosaurus memiliki panjang sekitar 5 meter, dengan fosil kulit seluas sekitar 3 meter persegi, tersebar di sekitar tulang dengan garis-garis bening tersusun seperti sisik.

“Bagian yang keras seperti tulang dan gigi dinosaurus relatif mudah menjadi fosil, namun bagian lunak seperti kulit dan otot mudah membusuk, dan kondisi pembentukan fosil sangat keras,” kata Zhang Fucheng, selaku tim peneliti dan profesor di Institut Geologi dan Paleontologi Universitas Linyi.

Menurut Zhang, tingkat keawetan dan keutuhan fosil kulit tersebut sangat langka dan jarang ditemukan di seluruh dunia.

Guo Ying, seorang profesor di institut tersebut mengatakan bahwa kulit seperti sisik tidak hanya melindungi tubuh Stegosaurus tetapi juga secara efektif mengunci air di dalam tubuh.

Hal tersebut dapat memungkiknan dinosaurus untuk mengurangi ketergantungan mereka pada sumber air sampai batas tertentu dan meningkatkan kemampuan mereka beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Para peneliti berpendapat bahwa terpeliharanya fosil dinosaurus Stegosaurus secara utuh mungkin disebabkan oleh aktivitas gunung berapi yang sering terjadi pada saat itu.

“Dinosaurus itu mungkin pergi ke sungai atau danau untuk minum air atau mati secara alami di sana sebelum terbawa ke permukaan air yang lebih dalam,” ujar Zhang.

Zhang juga menyebutkan bahwa tubuh dinosaurus tersebut tidak diganggu oleh mikroorganisme atau hewan kecil, sehingga fosilnya tetap setelah bertahun-tahun.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore