
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, tengah, mengunjungi kompleks Masjid al-Aqsa pada tahun 2016 (AP/Mahmoud Illean)
JawaPos.com – Perang Israel dan Palestina memang telah mencuri perhatian seluruh dunia, mulai dari pemerintahan hingga warga biasa.
Banyak dari mereka akhirnya terpecah dengan memilih berada di pihak masing-masing.
Beberapa negara telah menunjukkan dukungannya terhadap Palestina, namun ada pula yang juga mendukung Israel.
Berbeda dengan Indonesia yang tegas mendukung kemerdekaan untuk Palestina. Negara tetangga, Singapura mengambil sikap tak ingin campur tangan.
Dilansir JawaPos.com dari Aljazeera (21/11), Wakil Perdana Menteri, Lawrence Wong mengungkapkan bahwa sikap Singapura menyesuaikan kebijakan luar negeri yaitu ‘teman bagi semua orang dan bukan musuh bagi siapa pun’.
“Dukungan lama Singapura terhadap resolusi dua negara tetap tidak berubah, bahwa rakyat Palestina memiliki hak atas tanah air dan Israel memiliki hak untuk hidup dalam lingkungan yang aman,” imbuh Lawrence.
Politikus kelahiran 1972 itu juga menjelaskan, bahwa negaranya konsisten dengan prinsip yang sejalan dengan hukum internasional dan mendukung perdamaian serta keamanan global.
Singapura mengecam serangan pejuang Palestina Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan yang menewaskan 1.200 orang dan 200 orang yang menjadi tawanan, mereka menyebut ini sebagai tindakan terorisme.
Namun, mereka juga mengutuk Israel atas jumlah korban tewas yang terus bertambah di Gaza, Palestina.
Akhir bulan Oktober kemarin, Singapura termasuk di antara 120 negara yang memberikan suara mendukung resolusi untuk melindungi warga sipil dan menegakkan kewajiban hukum dan kemanusiaan selama sesi darurat Majelis Umum PBB.
Seorang analis politik dan profesor hukum di Singapore Management University (SMU), Eugene Tan mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tidak ada kontradiksi dalam sikap warga Singapura yang berempati terhadap penderitaan rakyat Palestina dan mengambil sikap bahwa serangan terhadap Israel juga tidak dapat dibenarkan.
“Singapura didasarkan pada ketaatan hukum internasional, khususnya kemerdekaan dan kedaulatan negara,” ungkap Tan.
Tan menambahkan bahwa dimungkinkan untuk mendukung hak Israel demi mempertahankan diri, namun juga menuntut agar tanggapan Israel harus konsisten dengan aturan dan persyaratan hukum internasional, sehingga keselamatan, keamanan dan kesejahteraan warga sipil tetap terjaga.
Sementara itu, warga Singapura telah menyerukan untuk segera dilaksanakannya aksi gencatan senjata di Gaza, tercatat hingga Senin (20/11) seruan tersebut telah ditandatangani oleh 26.280 orang.
Pemerintah Singapura pada bulan Oktober lalu sudah menolak lima permohonan untuk menggunakan Speakers Corner di acara-acara demonstrasi yang berkaitan dengan perang Israel dan Palestina, meskipun sebelumnya pernah mengizinkan aksi demo selama perang Israel-Palestina di tahun 2014 silam.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
