Sejauh ini, tidak ada infeksi yang dilaporkan di antara pasien tersebut, kata rumah sakit Salem di Massachusetts. (sumber: WCVB)
JawaPos.com - Kabar kurang sedap dan mengejutkan datang dari Rumah Sakit Massachusetts.
Ratusan pasien di Rumah Sakit Salem di Massachusetts diyakini telah terpapar hepatitis B, hepatitis C, dan HIV, demikian pengumuman rumah sakit tersebut.
Dilansir dari media abcnews, Jum'at (17/11), hampir 450 pasien yang menjalani prosedur endoskopi di rumah sakit Salem, yang terletak 20 mil timur laut Boston, diberitakan memiliki potensi paparan selama dua tahun terakhir.
Pernyataan yang dirilis oleh Rumah Sakit Salem dan diberikan kepada ABC News pada hari Rabu (15/11),mengungkapkan bahwa potensi paparan terjadi selama pemberian obat intravena (IV) dengan cara yang tidak sesuai dengan praktik terbaik mereka.
Kejadian ini diketahui oleh rumah sakit awal tahun ini, dan tindakan perbaikan serta pemberitahuan kepada tim kualitas dan pengendalian infeksi telah dilakukan.
Pihak rumah sakit belum memberikan penjelasan rinci mengenai mekanisme terjadinya paparan atau langkah-langkah konkret yang diambil untuk mengatasi hal tersebut.
Rumah Sakit Salem menyatakan telah berkolaborasi dengan Departemen Kesehatan Masyarakat Massachusetts sejak mengetahui insiden tersebut.
Baca Juga: Kemenkes Ungkap 6 Pasien Monkeypox Biseksual dan Idap HIV
Setelah melakukan evaluasi, rumah sakit menyimpulkan bahwa risiko infeksi pada pasien akibat peristiwa tersebut sangat minim, seperti yang diungkapkan dalam pernyataan mereka.
“Semua pasien yang berpotensi terkena dampak telah diberitahu oleh Rumah Sakit Salem. Mereka telah menyediakan hotline staf dokter untuk menjawab pertanyaan dan menawarkan pemeriksaan gratis beserta dukungan yang dibutuhkan,” demikian pernyataan tersebut melanjutkan.
“Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda infeksi yang terkait dengan kejadian ini.”
Departemen Kesehatan Masyarakat Massachusetts, dalam keterangannya kepada ABC News, menyatakan bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan di rumah sakit dan bekerja sama dengan tim pengendalian infeksi untuk mengatasi situasi ini.
“Departemen Kesehatan Masyarakat menyarankan agar rumah sakit memberi tahu secara tertulis semua pasien yang terdampak tentang potensi paparan patogen yang dapat ditularkan melalui darah dan menawarkan perawatan lanjutan gratis, termasuk pengujian,” kata pernyataan dari departemen tersebut.
Juru bicara dari Mass Brigham, pemilik Rumah Sakit Salem, menjelaskan kepada ABC News bahwa pengujian hepatitis B, hepatitis C, dan HIV adalah prosedur standar untuk menanggapi paparan semacam ini.
Juru bicara Mass Brigham menegaskan bahwa risiko penularan sangat rendah, dan bagi pasien yang belum mendapatkan pemberitahuan, tidak perlu merasa cemas.
Baca Juga: Dinkes Pekanbaru Catat 115 Orang Terjangkit HIV/AIDS pada Januari-Mei
"Pentingnya keselamatan pasien merupakan fokus utama kami, dan kami telah mengambil langkah-langkah perbaikan yang beragam sebagai tanggapan terhadap kejadian ini," tambah pernyataan dari Mass Brigham.
"Kami dengan tulus meminta maaf kepada mereka yang terdampak, dan kami tetap berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan berkualitas tinggi dan penuh kepedulian kepada komunitas kami."
Meskipun vaksin untuk hepatitis B sudah tersedia, belum ada vaksin yang mampu mencegah infeksi hepatitis C dan HIV.
Sementara, hepatitis B dan C dapat diobati dengan obat antivirus, dan menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, 95% dari pasien dapat sembuh dengan pengobatan tersebut.
Untuk HIV, meskipun tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat diatasi dan diobati melalui terapi antiretroviral.
Terapi tersebut mengurangi beban virus dalam tubuh pasien, sehingga tingkat virus hampir tidak terdeteksi dan tidak dapat ditularkan.
***

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
