Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Maret 2026 | 05.07 WIB

7 Ciri Orang yang Memiliki Ketakutan Tanpa Dasar Terhadap Jarum Suntik, Psikologi Ungkap Hal Ini

ilustrasi orang yang memegang jarum suntik./Freepik - Image

ilustrasi orang yang memegang jarum suntik./Freepik

JawaPos.com - Dunia psikologi sangatlah menarik. Di sini kita bisa menyelamai jauh ke dalam pikiran manusia untuk memahami mengapa kita merasa dan berperilaku seperti yang kita lakukan.

Salah satu bidang yang dipelajari adalah fobia, terutama ketakutan irasional terhadap jarum suntik. Ini adalah ketakutan yang sering kali membingungkan untuk mereka yang tidak mengalaminya.

Namun, bagi mereka yang mengalaminya, sekedar memikirkan jarum suntik saja bisa menimbulkan kecemasan yang hebat. Menurut psikologi terdapat karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang-orang yang memiliki fobia jarum suntik.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh ciri orang yang memiliki ketakutan irasional terhadap jarum suntik.

1. Peka terhadap antisipasi

Salah satu ciri paling umum yang dimiliki oleh mereka yang memiliki ketakutan irasional terhadap jarum suntik adalah meningkatnya kepekaan mereka terhadap antisipasi.

Bukan hanya tusukan jarumnya saja yang membuat mereka takut, tetapi seluruh proses menuju ke sana. Ruang tunggu, pemandangan jarum suntik, dan nada bicara dokter yang meyakinkan, setiap detail kecil dapat memicu gelombang kecemasan.

Bila rasa takut dipicu oleh antisipasi belaka, bahkan tes darah yang sederhana pun dapat menjadi cobaan berat.

2. Mengaitkan jarum suntik dengan pengalaman negatif

Pengalaman negatif di masa lalu dapat memperkuat rasa takut seseorang terhadap jarum suntik. Kenangan menyakitkan yang berhubungan dengan jarum suntik menuntut perhatian setiap kali muncul prospek untuk menghadapinya.

Meskipun secara logika ia tahu bahwa tidak semua pengalaman ditusuk jarum akan semenyedihkan saat itu, rasa takutnya tetap ada. Ini bukan hanya tentang rasa sakit fisik, ini tentang tekanan emosional yang muncul setiap kali ia melihat jarum suntik.

3. Takut pingsan atau jatuh sakit

Banyak orang yang takut jarum suntik melaporkan ketakutan pingsan atau jatuh sakit setelah disuntik.Ketakutannya bukan hanya terhadap jarum suntik itu sendiri, tetapi juga dampak setelahnya. Kemungkinan merasa pusing, atau bahkan pingsan, bisa menakutkan.

Carl Jung, psikiater dan psikoanalis Swiss pernah berkata, “Apa yang Anda tolak tidak hanya akan bertahan tetapi juga akan bertambah besar.” Kutipan ini menyentuh hati mereka yang memiliki ketakutan tak masuk akal terhadap jarum suntik.

Semakin mereka menahan keinginan untuk pingsan atau merasa tidak enak badan, semakin keinginan itu terus ada dan berkembang dalam pikiran mereka. Ketakutan ini tidak selalu berakar pada pengalaman pribadi.

Beberapa orang mungkin tidak pernah pingsan setelah disuntik, tetapi rasa takutnya tetap ada.

4. Persepsi nyeri yang lebih tinggi

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa orang dengan ketakutan irasional terhadap jarum suntik cenderung memiliki persepsi rasa sakit yang lebih tinggi.

Orang-orang yang memiliki fobia terhadap jarum suntik melaporkan tingkat nyeri yang lebih tinggi selama disuntik, dibandingkan dengan mereka yang tidak takut.

Bukan berarti mereka secara fisik merasakan lebih banyak rasa sakit, tetapi ketakutan dan kecemasan mereka memperkuat persepsi mereka terhadap rasa sakit itu. Hal ini dapat mengubah rasa nyeri kecil menjadi sesuatu yang terasa seperti cobaan yang tak tertahankan.

5. Takut kehilangan kendali

Mereka yang memiliki fobia terhadap jarum suntik sering kali menjadi cemas karena tidak mampu mengendalikan situasi. Mereka tidak dapat menentukan di mana dan kapan jarum akan dimasukkan atau seberapa sakitnya.

Kurangnya kontrol ini dapat memicu ketakutan mereka. Psikolog Albert Bandura pernah berkata, “Agar bisa sukses, orang perlu memiliki rasa percaya diri, berjuang bersama dengan ketahanan untuk menghadapi rintangan dan ketidakadilan hidup yang tak terelakkan.”

Perjuangan ini khususnya nyata bagi mereka yang menghadapi fobia terhadap jarum suntik. Ketakutan mereka sering kali berasal dari kurangnya kemanjuran diri, keyakinan terhadap kemampuan mereka untuk menangani situasi.

6. Menghindar sebagai mekanisme koping

Berlawanan dengan intuisi, beberapa orang dengan fobia jarum mungkin mengadopsi strategi penghindaran sebagai cara untuk mengatasi ketakutannya. Mereka mungkin menghindari pemeriksaan medis atau perawatan yang melibatkan jarum suntik, meskipun mengetahui potensi risiko kesehatannya.

Namun, penghindaran ini tidak membantu mengatasi rasa takut, malah justru memperkuatnya. Meski menghindari jarum suntik mungkin tampak seperti solusi termudah, pada akhirnya hal itu malah mengarah pada rasa tidak berdaya dan takut yang lebih dalam.

7. Takut melihat jarum suntik

Tidak selalu pikiran tentang rasa sakit yang memicu rasa takut. Beberapa orang merasa ngeri saat melihat jarum suntik. Bagi banyak orang, gambaran jarum logam yang tajam sudah cukup menyebabkan penderitaan.

Itu reaksi yang mendalam, segera dan intens. Sifat ini bisa jadi sangat sulit diatasi karena menghindari jarum suntik hampir mustahil dilakukan pada situasi medis tertentu.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore