
OBAT UNTUK PASIEN: Febri Kusumowidagdo menunjukkan obat-obatan di RS Unair, Surabaya, Kamis (17/11). RS tersebut menangani pasien HIV/AIDS. (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, melaporkan sebanyak 115 orang terjangkit HIV/AIDS pada Januari-Mei. Yakni masing-masing 74 kasus HIV dan 41 kasus AIDS.
Kepala Dinkes Pekanbaru yang juga Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy mengatakan, kasus HIV/AIDS semakin serius sehingga perlu penanggulangan.
”Perhatian kita semua pada pandemi Covid-19 beberapa tahun terakhir ini tidak harus melupakan epidemi HIV dan AIDS,” kata Zaini Rizaldi seperti dilansir dari Antara di Pekanbaru, Sabtu (14/10).
Zaini mengatakan, penyebaran HIV/AIDS masih memerlukan perhatian dan peran berbagai pihak untuk menekan penambahan kasus. ”Karena ini menjadi tanggung jawab bersama baik penderita, keluarga, pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama,” ujar Zaini Rizaldi.
Dia mengatakan, masing-masing pihak dapat berperan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, termasuk masyarakat luas. Satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru juga dapat berperan dalam lingkup kerja masing-masing.
”Komisi Penanggulangan AIDS sesuai tugas pokok dan fungsinya akan terus melakukan koordinasi dengan para pihak, termasuk dunia usaha,” ucap Zaini Rizaldi.
Pemkot Pekanbaru, kata dia, melalui Dinkes telah menyediakan layanan kesehatan untuk penanggulangan AIDS, termasuk pengobatan baik di rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat. Selain itu lembaga peduli AIDS beserta kader masyarakat, juga terus berupaya memberikan informasi secara benar dan mengajak kelompok yang rentan untuk dapat mengetahui status HIV melalui pemeriksaan atau tes HIV.
Secara nasional, kata dia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menargetkan 3 zero. Yakni zero kasus baru, zero kematian akibat AIDS, dan zero stigma dan diskriminasi pada 2030.
”Upaya pencegahan yang patut terus kita dorong adalah perwujudan ketahanan keluarga. Karena melalui ketahanan keluarga diharapkan masyarakat dapat saling menjaga agar terhindar dari HIV dan AIDS, minimal untuk sesama anggota keluarga,” ujar Zaini Rizaldi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
