Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Oktober 2023 | 04.45 WIB

Dinkes Pekanbaru Catat 115 Orang Terjangkit HIV/AIDS pada Januari-Mei

OBAT UNTUK PASIEN: Febri Kusumowidagdo menunjukkan obat-obatan di RS Unair, Surabaya, Kamis (17/11). RS tersebut menangani pasien HIV/AIDS. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

OBAT UNTUK PASIEN: Febri Kusumowidagdo menunjukkan obat-obatan di RS Unair, Surabaya, Kamis (17/11). RS tersebut menangani pasien HIV/AIDS. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, melaporkan sebanyak 115 orang terjangkit HIV/AIDS pada Januari-Mei. Yakni masing-masing 74 kasus HIV dan 41 kasus AIDS.

Kepala Dinkes Pekanbaru yang juga Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru Zaini Rizaldy mengatakan, kasus HIV/AIDS semakin serius sehingga perlu penanggulangan.

”Perhatian kita semua pada pandemi Covid-19 beberapa tahun terakhir ini tidak harus melupakan epidemi HIV dan AIDS,” kata Zaini Rizaldi seperti dilansir dari Antara di Pekanbaru, Sabtu (14/10).

Zaini mengatakan, penyebaran HIV/AIDS masih memerlukan perhatian dan peran berbagai pihak untuk menekan penambahan kasus. ”Karena ini menjadi tanggung jawab bersama baik penderita, keluarga, pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama,” ujar Zaini Rizaldi.

Dia mengatakan, masing-masing pihak dapat berperan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, termasuk masyarakat luas. Satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru juga dapat berperan dalam lingkup kerja masing-masing.

”Komisi Penanggulangan AIDS sesuai tugas pokok dan fungsinya akan terus melakukan koordinasi dengan para pihak, termasuk dunia usaha,” ucap Zaini Rizaldi.

Pemkot Pekanbaru, kata dia, melalui Dinkes telah menyediakan layanan kesehatan untuk penanggulangan AIDS, termasuk pengobatan baik di rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat. Selain itu lembaga peduli AIDS beserta kader masyarakat, juga terus berupaya memberikan informasi secara benar dan mengajak kelompok yang rentan untuk dapat mengetahui status HIV melalui pemeriksaan atau tes HIV.

Secara nasional, kata dia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menargetkan 3 zero. Yakni zero kasus baru, zero kematian akibat AIDS, dan zero stigma dan diskriminasi pada 2030. 

”Upaya pencegahan yang patut terus kita dorong adalah perwujudan ketahanan keluarga. Karena melalui ketahanan keluarga diharapkan masyarakat dapat saling menjaga agar terhindar dari HIV dan AIDS, minimal untuk sesama anggota keluarga,” ujar Zaini Rizaldi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore