
Elon Musk menanggapi genosida yang dilakukan Israel terhadap warga sipil Gaza.
JawaPos.com – Petinggi X (dulu Twitter), Elon Musk, merespons konflik Israel-Hamas yang berujung pembunuhan atau genosida terhadap warga sipil di Gaza. Merespons fakta banyaknya korban jiwa dari kalangan warga sipil di Gaza, Elon Musk menegaskan bahwa Genosida apapun alasannya tidak bisa diterima.
Melalui akun media sosial Youtube Lex Fridman pada Jumat (10/11), Lex sebagai tuan rumah dalam acara podcastnya bertanya tentang apa sikap Elon Musk terkait konflik Hamas-Israel. Awalnya, Elon Musk mengaku, bahwa tidak mudah menjawab permasalahan yang ada di Gaza, yang melibatkan Israel dan Hamas yang diklaim sebagai teroris oleh Barat.
“Kalian tidak akan melakukan genosida, seperti menyerang seluruh masyarakat sipil, tentu saja jelas hal itu tidak bisa diterima, dan harus tidak diterima,” kata Elon Musk.
Ia mengakui, bahwa Israel memiliki hak menemukan pasukan Hamas yang telah membawa sandera Israel ke Gaza sejak serangan Gaza 7 Oktober yang lalu, tetapi membalas dengan membunuh warga sipil Gaza tidak bisa diterima.
Kemudian, salah satu orang terkaya di dunia itu mengatakan, genosida yang Israel lakukan akan meninggalkan orang-orang yang semakin membenci Israel tetap hidup. “Lalu kamu akan meninggalkan banyak orang hidup yang setelah itu (perang berakhir) akan membenci Israel,” tutur Elon.
Menurutnya, setiap anggota Hamas yang dibunuh Israel akan lahir generasi Hamas berikutnya dengan jumlah yang lebih banyak. “Jika kamu membunuh anak seseorang di Gaza, paling tidak kamu telah melahirkan beberapa anggota Hamas yang rela mati hanya untuk membunuh Israel,” kata Elon Musk.
Karena itu, Elon Musk menyarankan kepada Israel untuk melakukan apa yang dia sebut dengan istilah ‘conspicuous acts of kindness’. Elon Musk menyarankan pihak Israel untuk mengedepankan tindakan-tindakan kebaikan, seperti memastikan makanan, air, kebutuhan medis, dan paling penting transparan terkait situasi di Gaza.
Pasalnya, aksi-aksi brutal Israel di Gaza seperti menutup akses kemanusian ke Gaza dan tidak transparan membuat dunia semakin antipati dengan Israel, bahwa genosida hanya akan menimbulkan kebencian yang mendalam terhadap Israel di antara para korban, sehingga melanggengkan siklus kekerasan.
Sebelumnya, pada 20 Oktober yang lalu, Elon Musk menyikapi aksi Israel yang memutus jaringan komunikasi Palestina, dengan rencana menyiapkan Stralink untuk organisasi bantuan di Gaza. Sontak saja hal itu membuat pihak Israel gerah. Menteri Komunikasi Israel, Shlomo Karhi, mengatakan akan melawan upaya Elon Musk menawarkan Starlink untuk organisasi bantuan di Gaza.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
