Warga Palestina terlihat melakukan perjalanan dari kota Gaza ke arah selatan untuk mengungsi. (Xinhua/Yasser Qudih)
JawaPos.com - Pada hari Jumat (10/11) lalu, Badan kemanusiaan PBB menyuarakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan dan ketegangan di Tepi Barat serta memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza.
Dilansir dari Xinhua pada Sabtu (11/11), Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengungkapkan jumlah warga Palestina yang terbunuh di Tepi Barat sejak (7/10) merupakan 42 persen dari seluruh kematian warga Palestina di wilayah tersebut pada tahun 2023.
Pada hari Kamis (9/11), 18 warga Palestina termasuk satu anak, dibunuh oleh pasukan Israel. Insiden mematikan itu berlangsung selama 12 jam dan terjadi di Kamp Pengungsi Jenin.
OCHA mengatakan operasi tersebut melibatkan bentrokan bersenjata dan serangan udara, yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang luas di kamp tersebut.
Orang-orang di Gaza terus mengungsi ke arah selatan. Lebih dari 50.000 orang melarikan diri dengan berjalan kaki atau menggunakan kereta keledai.
OCHA mengatakan lebih banyak truk memasuki Gaza pada hari Kamis (9/11). Namun, jumlah bantuan yang masuk ke Gaza masih belum mencukupi dan diperlukan lebih dari satu pintu untuk menyalurkan bantuan tersebut.
Pada hari Kamis (9/11), ada 65 truk yang membawa makanan, obat-obatan, perlengkapan kesehatan, air kemasan, selimut, dan produk kebersihan, serta tujuh ambulans menyeberang dari Mesir ke Gaza. Total sudah 821 truk yang memasuki Gaza sejak (21/10).
Pertempuran sengit terus berlanjut di Gaza dan rumah sakit dilaporkan terkena dampaknya. Selain kerusakan, fasilitas kesehatan juga terus terkena dampak kekurangan bahan bakar, dan beberapa di antaranya terpaksa menutup bangsal bedah.
OCHA memperingatkan bahwa situasi bahan pokok makanan di Gaza utara sedang memburuk. Hal itu diakibatkan karena bantuan tidak dapat disalurkan selama delapan hari terakhir.
Hingga Kamis (9/11), tidak ada toko roti yang aktif karena kekurangan bahan bakar, air, dan tepung terigu, serta mengalami banyak kerusakan.
Akses terhadap roti di wilayah selatan juga mengalami kendala, karena satu-satunya pabrik yang ada tidak dapat beroperasi akibat kekurangan listrik dan bahan bakar.
Sejumlah bahan pangan penting, seperti beras dan minyak sayur hampir habis di pasaran. Barang-barang lainnya, termasuk tepung terigu, produk susu, telur dan air mineral, telah hilang dari rak-rak toko di Gaza dalam dua hari terakhir.
Deskripsi singkat: Konflik Gaza mengakibatkan ribuan warga Palestina harus mengungsi. Mereka butuh bantuan pangan dan fasilitas kesehatan yang memadai. Badan Kemanusiaan PBB melaporkan proses pengiriman bantuan ke Gaza.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
