Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 November 2023 | 18.15 WIB

Israel Makin Brutal Lakukan Serangan hingga Hari ke-35, Angka Korban Tewas Menyentuh 11,078 Jiwa

Reruntuhan kota Gaza akibat serangan Israel. - Image

Reruntuhan kota Gaza akibat serangan Israel.

JawaPos.com - Lebih dari satu bulan pengeboman Israel terhadap Palestina, agaknya tak ada lagi tempat yang paling aman di Gaza. 

Parade pengeboman Israel tanpa ampun, terus menyasar wilayah rumah sakit yang merupakan tempat ribuan orang mencari perlindungan.

Bahkan kabarya, kini Israel kian mengintensifikan serangannya di area rumah sakit di Gaza. 

Atas klaimnya terhadap RS Al Shifa sebagai pusat komando Hamas di Gaza, Israel melancarkan serangan bertubi-tubi di area sekitar rumah sakit.

Sekitar rumah sakit Al Shifa menjadi tempat pengeboman besar-besaran serangan Israel, setelah beberapa terakhir serangan meningkat dan menyasar 8 rumah sakit di Gaza.

Dilansir Mondoweiss, Sabtu (11/11), situasi terkini beberapa rumah sakit di kota Gaza dikepung pasukan Israel dan menghadapi kemungkinan terburuk. 

Kenyataan pilu di rumah sakit di kota Gaza adalah kekurangan air, makanan, dan listrik. fasilitas medis diambang penutupan karena tidak ada sumber daya yang memadai. 

Baca Juga: Serangan Israel Hantam RS di Lebanon Selatan, Tanda Kedua Negara Segera Berperang?

Kementerian Kesehatan di Gaza menyebutkan tank-tank militer Israel mengepung rumah sakit al-Rantisi dan al-Nasr dalam 24 jam terakhir. 

Juru bicara Kementerian, Ashraf Al-Qidra mengatakan, “ Ribuan pasien, staf medis, dan pengungsi terjebak di dalam rumah sakit, tanpa air dan makanan, dan berisiko meninggal setiap saat. Dunia seharusnya malu karena tidak melakukan apa pun dalam menghadapi pembantaian, dan menargetkan serta mengepung rumah sakit.”

Otoritas kesehatan di Gaza menyebut pihaknya hanya punya waktu beberapa jam sampai rumah sakit di kota Gaza tidak dapat beroperasi karena kekurangan sumber daya. 

Selain itu disebutkan bahwa 38 anak yang menderita gagal ginjal di RS Rantissi kini meninggal dunia. 

Sementara itu, Bob Kitchen dari Komite Penyelamatan Internasional mengatakan, “Sekarang 95 persen penduduk tidak dapat mengakses air bersih dan 1,5 juta orang terpaksa mengungsi ke tempat yang padat penduduk, dan cuaca musim dingin yang buruk akan segera terjadi."

"Kondisinya berbahaya dan dapat menyebarkan penyakit menular dan penyakit yang ditularkan melalui air – penyakit yang berdampak buruk pada anak-anak dan menyebabkan kematian yang dapat dicegah.” Ujar Bob. 

Sejak konflik meletus pada 7 Oktober, hingga hari ke-35 kampanye genosida Israel, jumlah tewas menyentuh angka 11.078 korban jiwa, 4.506 di antaranya adalah anak-anak. 

Sementara itu korban hilang di bawah reruntuhan berjumlah 2.700 orang, dengan 1.500 di antaranya adalah anak-anak. Selain itu korban luka-luka mencapai 27.490.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore