Seekor Ekidna yang telah lama punah berhasil terekam kamera peneliti di pegunungan Cycloops, Papua.
JawaPos.com – Para peneliti telah menemukan kembali spesies langka yang dikabarkan punah di Pegunungan Cyclops, Indonesia.
Mamalia bernama David Attenborough mirip landak ini, memiliki moncong seperti trenggiling dan kaki tahi lalat terkahir kali tercatat pada 60 tahun lalu.
Ekidna moncong panjang ini terekam oleh kamera peneliti dari Universitas Oxford pada ekspedisi Cycloop di Pegunungan Cycloop, Papua selama empat minggu.
Penelitian ini dilakukan ilmuwan asal Inggris dan bekerjasama dengan kelompok konservasi YAPPENDA.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (11/11) James Kempton salah satu peneliti menemukan gambar mamalia kecil tersebut terekam kameranya, terlihat sedang berjalan melalui semak-semak hutan.
Dia juga mengungkapkan rasa kegembiraanya saat mengetahui hewan tersebut terekam kameranya.
“Ada rasa euforia yang luar biasa, dan juga rasa lega setelah sekian lama berada di lapangan tanpa imbalan apa pun hingga hari terakhir,” ungkap James Kempton.
Ekidna memiliki nama yang sama dengan makhluk mitologi Yunani setengah wanita dan setengah ular yang digambarkan sebagai makhluk yang pemalu dan hanya keluar di malam hari, sehingga sulit untuk ditemui.
Spesies ini hanya tercatat satu kali secara ilmiah oleh ahli botani Belanda pada tahun 1961. Spesies echidna yang ditemukan ini berbeda dari spesies yang ada di Australia dan dataran rendah Papua New Geuni.
Para peneliti tersebut juga bekerjasama dengan warga desa Yongsu Sapari untuk menemani menjelajah kawasan hutan terpencil di Papua.
Ekidna juga digunakan sebagai salah satu syarat penyelesaian konflik masyarakat adat di desa Yongsu Sapari.
Apabila ada dua warga yang berkonflik salah satunya ditugaskan untuk mencari ekidna di hutan dan satu lainnya diperintah untuk mencari ikan marlin.
Kedua hewan tersebut terkenal cukup sulit ditemukan membutuhkan waktu hinngga puluhan tahun bahkan hingga satu generasi, sehingga apabila kedua hewan tersebut dapat ditemukan maka berakhirlah konflik dalam masyarakat.

Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo: Bursa Jagokan Three Lions, Opta Beri Peluang Menang 73,9 Persen
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Ditunggu Saja! Persebaya Surabaya Siapkan 7 Pemain Asing Baru Usai Rombak Skuad Musim Lalu
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
