Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juni 2026 | 22.31 WIB

Harga BBM Turun di Sri Lanka Usai Perang AS-Iran Mereda

Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kesepakatan damai dan meredanya konflik di Timur Tengah antara AS dan Israel melawan Iran membawa dampak ekonomi yang nyata bagi sejumlah negara. 

Harga minyak dunia sempat naik bahkan langka, kini mulai bisa dikontrol menyusul turunnya tensi konflik.

Di Sri Lanka, pemerintah resmi menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga 6 persen mulai awal Juli besok, menyusul meredanya gejolak harga energi dunia setelah AS dan Iran sepakat menggelar perundingan untuk mengakhiri konflik.

Kebijakan ini menjadi penurunan harga BBM pertama, sejak perang di Timur Tengah memicu lonjakan biaya energi di negara yang hampir sepenuhnya bergantung pada impor minyak tersebut.

Perusahaan minyak milik negara, Sri Lanka Petroleum Corporation, mengumumkan harga solar dipangkas LKR 25 per liter menjadi LKR 382 atau sekitar USD 1,15. Sementara itu, harga bensin turun LKR 20 menjadi LKR 414 per liter.

Melansir Economic Times, penurunan harga ini terjadi setelah harga minyak dunia terkoreksi cukup tajam.

Menyusul kesepakatan AS dan Iran untuk membuka jalur diplomasi, guna meredakan konflik yang sebelumnya memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Sebelumnya, Sri Lanka sempat menaikkan harga bensin dan solar hampir 50 persen setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Kenaikan harga energi saat itu juga diikuti dengan penyesuaian tarif listrik hingga sekitar sepertiga sebagai dampak meningkatnya biaya impor bahan bakar.

Sebagai negara yang mengimpor seluruh kebutuhan minyak serta masih bergantung pada batu bara impor untuk pembangkit listrik, Sri Lanka sangat rentan terhadap gejolak harga energi internasional.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore