
Massa dari kelompok Jewish Voice for Free lakukan aksi bela Palestina di bawah Patung Liberty.
JawaPos.com – Ribuan massa untuk aksi bela Palestina memadati wilayah patung Liberty di New York pada Senin (7/11) dan menyerukan gencatan senjata di Gaza. Aksi seruan gencatan senjata ini sebagian besar dihadiri oleh kaum Yahudi dari kelompok Jewish Voice for Free. Mereka meneriakkan “Never again for anyone, never again is now”.
Seruan tersebut mengarah pada peristiwa Holocaust. Orang-orang Yahudi tersebut berseru untuk tidak ada lagi kejadian serupa di muka bumi untuk golongan manusia siapapun dan dimanapun.
Mereka juga kompak memakai kaos berwarna hitam yang bertuliskan “Jews demand ceasefire now” atau “not in our name”. Mereka juga membawa beberapa slogan yang berbunyi “Rakyat palestina harus bebas” dan “Dunia sedang mengawasi”.
Diketahui beberapa waktu lalu, kelompok Jewish Voice for Free juga melakukan demonstrasi serupa di Grand Central di Manhattan dan gedung kantor Canon House di Capitol Hill Washington. Demonstrasi dilaporkan melibatkan 500 orang.
Organisasi yang dipimpin oleh Yahudi ini menentang kebijakan pemerintah Israel terhadap Palestina sebagai bentuk apartheid. Melalui akun media sosialnya, kelompok ini menuliskan, “Sama seperti orang-orang Palestina, begitu banyak nenek moyang kita yang ingin sekali bisa bernapas lega”.
Protes ini dipicu saat kementerian kesehatan di Palestina menyampaikan bahwa sudah ada 10.000 korban tewas akibat serangan Israel di Palestina. Termasuk lebih dari 4.000 di antaranya adalah anak-anak.
Meskipun terancam ditangkap, tidak ada kabar dari pihak pengelola atau polisi U.S Park yang berpatroli di wilayah tersebut mengenai apakah ada penangkapan terhadap para demonstran. Protes di patung Liberty ini dimulai dengan tidak mencolok, para pengunjuk rasa bercampur baur dengan para turis yang berkeliaran di sekitar pulau Liberty hingga muncul teriakan dan nyanyian yang berasal dari dekat alas patung. Mereka langsung berkumpul di sana.
Salah satu juru bicara Jewish Voice for Free, Jay Sapper, 32, mengatakan kelompok mereka memilih lokasi tersebut karena terinspirasi dari sejarah manusia yang banyak menyerukan keadilan di sana. Mereka juga menyampaikan penyelenggara aksi di hari senin ini memiliki tujuannya sendiri, yakni untuk menjaga tekanan.
“Kita tahu bahwa saat ini pemerintah Israel melancarkan serangan bom di kota Gaza dan memutus aliran listrik di seluruh Gaza, membuat semua orang berada dalam kegelapan” ucap Elena Stein, 35, yang merupakan seorang aktivis kelompok berasal dari Brooklyn.
“Jadi tanggapan kami adalah dengan datang ke lokasi ikonik Amerika yang mewakili perdamaian dan kebebasan, sebagai orang Yahudi, dan orang-orang yang mempunyai hati nurani, untuk mengatakan, ‘Bukan atas nama kami, Biarkan Gaza Hidup," lanjutnya.
Setelah selesai melakukan aksi dan menyerukan suaranya, kelompok Jewish Voice for Peace ini kemudian berbaris ke dermaga di Pulau Liberty untuk kembali ke Battery park di Manhattan.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
