Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menghadiri pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden (tidak dalam gambar) di Tel Aviv, Israel, 18 Oktober 2023.
JawaPos.com-Warga Israel ingin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengundurkan diri karena serangan Hamas pada 7 Oktober dan penanganannya terhadap perang di Gaza saat ini.
Sebelumnya, Netanyahu mendapat gelombang protes dan kritik yang terus meningkat terhadap pemerintah sayap kanannya sebelum serangan Israel ke Gaza dimulai. Kini, gelombang protes tersebut meningkat dalam sebulan terakhir imbas perang yang telah menewaskan sekitar 11.000 orang, termasuk sekitar 1.400 orang di Israel.
Dilansir JawaPos.com dari The National, protes menyebar ke seluruh Israel, termasuk di luar rumah PM Israel itu di Caesarea, di mana para demonstran menyerukan pada hari Sabtu (4/11) waktu setempat untuk gencatan senjata dan pembebasan para sandera yang dilakukan oleh pihak Hamas.
Demonstrasi diadakan di seluruh Israel selama akhir pekan, termasuk di Haifa, Eilat, Beersheba dan Tel Aviv. Keluarga para tawanan Israel yang disandera oleh Hamas pun tidur di depan markas tentara di pusat kota Tel Aviv.
"Perdana Menteri, pada tanggal 7 Oktober Anda telah meninggalkan kami. Kami tidak akan membiarkan Anda meninggalkan mereka yang diculik dan hilang sekarang. Bawa mereka kembali," sebut salah satu media Israel mengutip pernyataan salah satu kerabat korban penyanderaan.
Ella Ben-Ami, 23 tahun, yang orang tuanya diculik, mengatakan kepada AP bahwa ia meminta Netanyahu bertanggung jawab dan menyerukan agar semua bantuan kemanusiaan ke Gaza dihentikan sampai para sandera dibebaskan.
Kerabat dari warga Israel yang terbunuh dan disandera oleh Hamas telah mengecam Netanyahu karena dianggap bertanggung jawab atas peristiwa 7 Oktober.
Ayah dari Shani Louk, seorang wanita Jerman-Israel yang diculik di festival musik Nova dan kemudian dinyatakan tewas, menyalahkan pemerintah atas kematiannya dan mengatakan bahwa Netanyahu memikul "banyak tanggung jawab" atas apa yang terjadi.
"Jika Perdana Menteri datang ke rumah saya, saya akan menyuruhnya pergi," kata Nissim Louk kepada media Israel pekan lalu.
Israel masih terguncang oleh serangan terburuk dalam sejarahnya yang menyebabkan lebih dari setengah juta orang mengungsi di perbatasan utara dan selatannya, menurut pihak militer.
Netanyahu menyalahkan tentara dan dinas intelijen Shin Bet atas serangan-serangan tersebut dan mengundang kecaman luas karena secara terbuka menuduh mereka melakukan kegagalan keamanan dalam sebuah tweet yang kini telah dihapus.
Netanyahu menggunakan media sosial X, yang sebelumnya bernama Twitter, pekan lalu untuk menyangkal klaim bahwa ia telah diperingatkan akan adanya serangan Hamas, dengan mengatakan bahwa tentara dan badan intelijen telah berulang kali mengatakan bahwa kelompok militan tersebut telah "dihalangi" dan tidak menimbulkan ancaman keamanan yang segera terjadi di wilayah Israel.
Dia juga dikritik keras karena tidak menghadiri satu pun pemakaman warga Israel yang dibunuh oleh Hamas. "Dukungan untuk Netanyahu dan koalisinya sudah berkurang bahkan sebelum tanggal 7 Oktober, dan sejak pecahnya perang, dukungan tersebut semakin berkurang," kata Toby Greene, seorang dosen politik di Universitas Bar-Ilan Israel dan peneliti di London School of Economics, kepada AFP. "Jika pemilihan umum diadakan sekarang, dia akan kalah telak," imbuh Toby. (*)
-

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
