Ambulans yang terkena serangan rudal Israel, warga evakuasi para korban. (Mohammed Al-Masri/Reuters)
JawaPos.com - Serangan Israel terhadap konvoi ambulans di dekat Rumah Sakit Al-Shifa, di Jalur Gaza, setidaknya menewaskan 15 orang dan melukai 60 orang lainnya, menurut Otoritas Kesehatan dan para pekerja, dilansir dari laman Aljazeera.
Konvoi ambulans yang sedang mengangkut korban kritis dari Rumah Sakit Al-Shifa menuju perbatasan Rafah dengan Mesir, menjadi sasaran serangan udara oleh Israel pada hari Jumat (3/11).
"Kami memberi tahu Red Cross (Palang Merah) dan Red Crescent (Bulan Sabit Merah) atau PRCS, kami memberi tahu seluruh dunia jika para korban itu mengantre di ambulans tersebut," ujar Ashraf Al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan, dikutip dari Aljazeera.
PRCS mengutuk keras tindakan Israel yang dengan sengaja menargetkan konvoi medis tersebut. Empat di antara ambulans itu diketahui milik Kementerian Kesehatan dan satu milik PRCS.
Dalam sebuah pernyataan, PRCS mengatakan, "konvoi tersebut meninggalkan Rumah Sakit Al-Shifa pada pukul 16.05 waktu setempat, namun terpaksa kembali setelah menempuh perjalanan sekitar 4 kilometer karena bebatuan dan serangan penembakan di Al-Rasyid, jalan pesisir Gaza menuju ke selatan," menurut laporannya, dilansir dari Aljazeera.
"Sekitar 1 kilometer dari Rumah Sakit Al-Shifa, salah satu ambulans milik Kementerian Kesehatan "directly-targeted" (ditargetkan secara langsung) oleh sebuah rudal yang berjarak tidak lebih dari satu kilometer dari rumah sakit, mengakibatkan cedera pada awak ambulans dan pasien di dalamnya. PRCS," lengkap laporan tersebut, dilansir dari Aljazeera.
Kendaraan lainnya melanjutkan perjalanan menuju fasilitas medis terbesar di Gaza, namun dua meter dari gerbang rumah sakit ambulans PRCS terkena rudal Israel. Serangan itu menewaskan 15 orang dan 60 lainnya mengalami luka-luka, menurut PRCS, dilansir dari Aljazeera.
"Penargetan yang disengaja terhadap tim medis merupakan pelanggaran yang berat di Geneva Conventions, sebuah kejahatan perang," tambahnya, dikutip dari laman Aljazeera.
Menurut laporan Aljazeera, serangan tersebut mengakibatkan banyak warga sipil terbunuh karena sejumlah orang dan pedagang berada di depan Rumah Sakit Al-Shifa pada saat serangan terjadi.
Militer Israel membenarkan serangan tersebut, mereka menilai bahwa ambulans tersebut digunakan oleh kelompok Hamas yang dekat dengan posisi mereka di zona perang.
Tanpa menunjukkan bukti yang jelas, pasukan zionis itu berdalih, bahwa Hamas menggunakan ambulans untuk mengangkut senjata dan pasukan, dan mereka mengklaim beberapa pejuang Hamas terbunuh dalam serangan tersebut.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku terkejut dengan insiden itu. Dalam postingannya di X atau Twitter, Ia menegaskan bahwa pasien, petugas kesehatan, fasilitas kesehatan, dan ambulans harus dilindungi.