
Maskapai penerbangan dari Jepang, ANA.
JawaPos.com - Dua maskapai penerbangan terbesar Jepang pada Selasa (01/11) membukukan kenaikan laba signifikan sepanjang April-September 2023 menyusul tumbuhnya pergerakan manusia setelah pembatasan bepergian akibat Covid-19 dicabut.
ANA Holdings Inc. mencatat laba bersih grupnya meningkat empat kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi 93,21 miliar Yen atau sekitar Rp 9,8 triliun dalam enam bulan, sementara Japan Airlines Co. membukukan laba bersih konsolidasi sebesar 61,67 miliar Yen atau setara dengan Rp 6,5 triliun, rekor tertinggi untuk semester pertama sejak perusahaan tersebut terdaftar kembali di Bursa Efek Tokyo pada 2012, dilansir dari Japan Today.
Dibantu oleh peningkatan jumlah wisatawan domestik dan Internasional, ANA mengatakan laba operasionalnya juga meningkat lebih dari empat kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi 129,74 miliar Yen atau sekitar Rp 13,6 triliun, rekor tertinggi untuk periode enam bulan.
"Peningkatan pendapatan dalam operasi penerbangan Internasional dan pengendalian biaya berkontribusi pada rekor keuntungan,” kata Presiden ANA, Koji Shibata pada konferensi pers.
Penurunan status Covid-19 ke kategori yang sama dengan influenza musiman di Jepang mendorong banyak orang melakukan perjalanan di dalam negeri maupun ke luar negeri. Wisatawan yang datang juga meningkat setelah negara tersebut melonggarkan kontrol perbatasannya pada musim gugur lalu.
Jumlah penumpang penerbangan domestik telah pulih hingga sekitar 90 persen dari tingkat sebelum pandemi pada 2019, dan penumpang penerbangan Internasional telah mencapai sekitar 70 persen.
ANA memproyeksikan laba bersih sebesar 80 miliar Yen yang setara dengan Rp 8,4 triliun dari penjualan 1,97 triliun Yen atau sekitar Rp 207 triliun untuk tahun fiskal 2023.
Sementara itu, JAL mencetatkan peningkatan penjualan hingga 32,7 persen menjadi 820,94 miliar Yen yang setara dengan Rp 86 triliun.
Karena permintaan yang tinggi, JAL menaikkan perkiraan laba bersih untuk tahun fiskal berjalan hingga Maret menjadi 80 miliar Yen atau sekitar Rp 8,4 triliun dari perkiraan sebelumnya sebesar 55 miliar Yen yang setara dengan Rp 5,8 triliun.
Penjualan kini diproyeksikan sebesar 1,68 triliun Yen yang setara dengan Rp 177 triliun, naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 1,66 triliun Yen atau setara dengan Rp 175 triliun.
"Meskipun ada kekhawatiran terhadap pasar minyak dan mata uang, kami berharap dapat memaksimalkan keuntungan dengan menurunkan biaya dan memanfaatkan permintaan yang tinggi," kata Yuji Saito, kepala keuangan JAL pada wartawan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
