
Dengan pelonggaran pembatasan mulai diberlakukan, wisatawan asing yang datang diharapkan mampu mendongkrak mata uang Jepang, Yen yang akhir-akhir ini menurun. (Sumber: Unsplash/Cory Schadt )
JawaPos.com - Pertumbuhan aktivitas sektor jasa Jepang mencatatkan sedikit ekspansi pada September, seiring pulihnya permintaan akibat menurunnya kasus COVID-19.
Hal ini juga didukung dengan prospek pelonggaran pembatasan terhadap pariwisata asing, meningkatkan harapan kebangkitan ekonomi yang lebih kuat bagi negara Matahari Terbit itu.
Perdana Menteri, Fumio Kishida, minggu ini berjanji untuk meningkatkan belanja pariwisata inbound menjadi lebih dari 5 triliun Yen atau sekitar Rp 529 triliun per tahun, dengan harapan dapat menaikkan kembali nilai mata uang Yen, yang sebelumnya jatuh baru-baru ini ke level terendah dalam 24 tahun terakhir.
Indeks manajer pembelian jasa akhir au Jibun Bank Japan naik ke penyesuaian musiman sebesar 52,2, kembali tumbuh setelah mencatat penurunan sebesar 49,5 pada Agustus.
Angka tersebut sebagian besar sejalan dengan angka awal 51,9 pada September. Tanda 50 memisahkan ekspansi dari penurunan.
Jepang akan melonggarkan kebijakan perbatasannya mulai Selasa (31/10) pekan depan, antara lain dengan menghapuskan pembatasan kedatangan harian.
Hal ini dikarenakan Jepang berharap penurunan tajam mata uang Yen dapat kembali normal dan pembatasan harian diharapkan mampu membantu menarik wisatawan untuk berkunjung.
"Pengumuman bahwa pembatasan terhadap wisatawan asing akan dicabut mulai Oktober, dan diharapkan mampu mendukung tingkat aktivitas ekonomi yang lebih besar di seluruh Jepang," kata Joe Hayes, ekonom senior di S&P Global Market Intelligence, yang menyusun survei tersebut.
"Lemahnya Yen juga menyebabkan inflasi impor dan merupakan alasan lain mengapa pelonggaran pembatasan perjalanan akan disambut baik," imbuhnya.
Namun, tekanan dari tingginya harga energi dan bahan mentah menimbulkan kekhawatiran bagi dunia usaha, seiring dengan meningkatnya biaya tagihan, bahan mentah, bahan bakar, dan upah yang menaikkan biaya, menurut survei dilansir dari Reuters.
PMI gabungan, yang diperkirakan berdasarkan manufaktur dan jasa, kembali tumbuh setelah mencatat kenaikan satu bulan pada Agustus, naik menjadi 51,0 di September dari angka akhir 49,4 di bulan sebelumnya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
