Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Oktober 2023 | 16.31 WIB

Iran Memperingatkan Israel Akan Melakukan Eskalasi Regional, Jika Agresi Tidak Berhenti

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian, berbicara dalam konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Lebanon Abdallah Bouhabib, di Beirut Lebanon, Jumat, 13 Oktober 2023../ - Image

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian, berbicara dalam konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Lebanon Abdallah Bouhabib, di Beirut Lebanon, Jumat, 13 Oktober 2023../

JawaPos.Com — Iran memperingatkan Israel akan melakukan eskalasi jika mereka tidak segera mengakhiri agresi terhadap Palestina, dan menteri luar negeri Iran mengatakan pihak-pihak lain di wilayah tersebut siap untuk bertindak, dilaporkan melalui kantor berita semi-resmi pers pada Minggu (15/10/23).

“Jika agresi Zionis tidak berhenti, semua pihak di kawasan ini akan menjadi pemicunya,” kata Hossein Amirabdollahian selaku Menteri Luar Negeri Iran.

Seperti yang diketahui, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah bersumpah untuk “menghancurkan Hamas” ketika kelompok militernya bergerak ke Jalur Gaza untuk melawan militan Islam yang menyerang lewat kota-kota perbatasan Israel.

Sebelum itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa Teheran tidak terlibat dalam serangan kelompok militan Hamas terhadap Israel, namun menyambut baik kemunduran militer yang “tidak dapat diubah” oleh Israel.

Israel telah lama menduga Iran sebagai pemicu terjadinya perang dengan memasok senjata ke Hamas.

Teheran melalui pernyataannya, mengatakan pihaknya hanya memberikan dukungan moral dan finansial kepada kelompok yang menguasai Jalur Gaza.

Mendukung perjuangan Palestina telah menjadi pilar Republik Islam sejak revolusi tahun 1979 dan merupakan cara negara yang didominasi Syiah ini membentuk dirinya sebagai negara pemimpin muslim di dunia.

Amir Abdollahian, menduga Israel melakukan “genosida” dengan melakukan pengepungan terhadap Jalur Gaza, dan mengatakan serangan terhadap Gaza akan “membuka front perlawanan baru” di Timur Tengah.

“Tanggung jawab atas kemungkinan terbukanya front perlawanan baru di kawasan dan eskalasi perang saat ini secara langsung berada di tangan Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel),” ujar Amirabdollahian.

Amir Abdollahian bertemu dengan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, membahas tentang serangan kelompok tersebut di Israel pada sabtu (14/10/23) lalu.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas dan Iran setuju untuk melanjutkan kerja sama untuk mencapai tujuan tersebut.

Beberapa waktu lalu, Presiden Iran, Ebrahim Raisi juga telah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan mendesak Prancis untuk membantu "mencegah penindasan" terhadap warga Palestina.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore