Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 September 2023 | 01.52 WIB

Kemiskinan Meningkat 40%, Alun-alun Buenos Aires menjadi Dapur Umum

Para pengunjuk rasa berkemah dalam aksi protes untuk menuntut lebih banyak subsidi dari pemerintah pusat di Plaza de Mayo, Buenos Aires, Argentina pada 19 April 2023. (Sumber: REUTERS/Mariana Nedelcu) - Image

Para pengunjuk rasa berkemah dalam aksi protes untuk menuntut lebih banyak subsidi dari pemerintah pusat di Plaza de Mayo, Buenos Aires, Argentina pada 19 April 2023. (Sumber: REUTERS/Mariana Nedelcu)

JawaPos.com - Alun-alun Plaza de Mayo yang bersejarah wilayah Argentina di pusat kota Buenos Aires, tempat orang banyak berkumpul untuk merayakan atau melakukan protes, kini telah menjadi tempat berkumpulnya orang miskin yang mencari makanan hangat.

Negara Amerika Selatan ini sedang berjuang melawan inflasi tahunan sebesar 124% yang telah mendorong tingkat kemiskinan menjadi lebih dari 40%.

Berdiri dalam antrian panjang untuk mendapatkan makanan di alun-alun yang diapit oleh istana kepresidenan Casa Rosada, Erica Maya, 45, mengatakan bahwa dia hanya bisa mendapatkan 3.000-4.000 peso dengan bekerja sepanjang hari mengumpulkan karton, senilai USD 4 dollar atau sekitar Rp 62 ribu, dilansir dari Reuters.

"Apa yang kamu lakukan dengan itu? Tidak ada apa-apa," kata janda enam anak itu. "Lebih baik dan lebih mudah datang ke sini, kamu makan lebih enak. Kamu pergi dengan perut kenyang dan bahagia."

Argentina yang sedang berjuang melawan resesi dan berkurangnya cadangan mata uang asing mengalami kemiskinan mencapai 40,1% pada paruh pertama 2023, atau hampir 12 juta orang, menurut data resmi pada Rabu (27/9). Angka tersebut naik dari 39% pada akhir tahun lalu.

Krisis ini telah memukul pemerintahan Peronist yang berhaluan kiri-tengah dan kandidat presidennya, Menteri Ekonomi Sergio Massa, sementara kandidat sayap kanan anti-kemapanan Javier Milei unggul dalam jajak pendapat. Patricia Bullrich dari Partai Konservatif merupakan trio kandidat terdepan menjelang pemungutan suara pada 22 Oktober.

"Kami memperkirakan tingkat kemiskinan di Argentina mencapai 40% dari populasi," kata Eduardo Donza, dari Social Debt Observatory di Universitas Katolik.

"Diperlukan kebijakan negara yang bersifat konsensus dan bertujuan pada produksi dan peningkatan tenaga kerja," imbuh Donza.

"Kalau tidak, hampir mustahil bagi kita untuk keluar dari situasi ini," lanjutnya.

Banyak warga Argentina yang mengambil pekerjaan informal untuk melengkapi penghasilan mereka yang rendah karena kesulitan hidup sehari-hari.

"Saya terpaksa menjual tortilla untuk mencari cara agar keluarga dan putri saya bisa bertahan hidup," kata Diego Ortiz, 30, saat dia memasak tortilla tepung di atas bara panas di pinggiran kota Buenos Aires, dikutip dari Reuters.

"Saya melakukan ini untuk memberi makan keluarga saya dan ini adalah tindakan yang saya ambil karena sulitnya mendapatkan pekerjaan saat ini," pungkasnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore