Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov saat berbicara dalam sebuah konferensi pers di Moskow, Rusia.
JawaPos.com - Agenda Majelis Umum PBB, yang didominasi oleh diskusi mengenai perang Rusia di Ukraina beberapa hari terakhir membuat pihak Moskow mulai melancarkan balasannya.
Dalam pidatonya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyampaikan kepada para delegasi terlebih dahulu di aula majelis umum, kemudia beralih ke pers internasional secara luas.
Dikutip dari United Nations pada Minggu (24/9), Pidato Sergey Lavrov berisi rangkaian pengarahan yang penuh dengan tudingan terhadap bangsa barat, yang digambarkannya saat ini sebagai sebuah kerajaan kebohongan atas tuduhan terhadap Rusia.
Baca Juga: Kedekatan Presiden Rusia dan Pemimpin Korea Utara Picu Kekhawatiran AS, Korsel hingga Jepang
"Dalam pidato banyak pembicara yang berbicara sebelum saya, gagasan telah disuarakan bahwa planet kita bersama sedang mengalami perubahan yang tidak dapat diubah dan tatanan dunia baru sedang lahir di depan mata kita," kata Sergey Lavrov dalam pidatonya.
"Kontur masa depan sedang tercipta dalam perjuangan antara mayoritas dunia yang menganjurkan distribusi kekayaan global dan keragaman peradaban yang lebih adil dan antara segelintir orang yang menggunakan metode penaklukan neokolonial untuk mempertahankan dominasi mereka yang sulit dipahami," tambahnya.
Menlu Rusia bukanlah orang pertama yang berpendapat bahwa struktur tata kelola global yang sudah ketinggalan zaman menghambat momentum menuju keadilan iklim dan ekonomi. Namun fokusnya adalah pendukung Barat di Ukraina dan NATO sebuah organisasi pertahanan bersama yang dibentuk setelah Perang Dunia II untuk membela negara-negara Barat dari Uni Soviet.
Ketika perang Rusia di Ukraina terus berlanjut dan sekutu-sekutu barat terus menyalurkan bantuan militer ke Kyiv, Sergey Lavrov memperingatkan bahwa ia menganggap Amerika Serikat, Inggris dan negara barat lainnya secara langsung menantang Rusia.
"Kita bisa menyebut ini perang hibrida tapi itu tidak mengubah kenyataan. Mereka (Bangsa barat) sebenarnya terlibat dalam permusuhan karena kita menggunakan Ukraina sebagai makanan ternak," ujar Lavrov dikutip dari Al Jazeera.
Sergey Lavrov menolak kerangka perdamaian yang diusulkan Presiden Ukraina Zelensky dan menyebutnya sebagai sebuah hal yang tidak mungkin.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
