Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 September 2023 | 14.11 WIB

Lima warga Bulgaria yang Tinggal di Inggris Didakwa Karena Menjadi Mata-Mata untuk Rusia

(kiri ke kanan) Orlin Roussev, Katrin Ivanova dan Bizer Dzhambazov by Daily Mail UK - Image

(kiri ke kanan) Orlin Roussev, Katrin Ivanova dan Bizer Dzhambazov by Daily Mail UK

JawaPos.com - Lima warga negara Bulgaria yang tinggal di Inggris dicurigai menjadi mata-mata untuk Rusia akan didakwa dengan tuduhan konspirasi untuk melakukan spionase (memata-matai untuk mengumpulkan informasi tanpa mendapatkan izin dari pemilik informasi tersebut), demikian disampaikan oleh Crown Prosecution Service.

Terdiri dari tiga pria dan dua wanita, mereka dituduh bersekongkol untuk mengumpulkan informasi yang akan berguna bagi musuh antara Agustus 2020 dan Februari tahun ini.

Ini merupakan hasil dari investigasi Kepolisian Metropolitan. Mereka adalah Orlin Roussev (45), Bizer Dzhambazov (41), Katrin Ivanova (31), Ivan Stoyanov (31), dan Vanya Gaberova (29), yang akan hadir di pengadilan Westminster Magistrates pada tanggal 26 September 2023.

Nick Price, kepala Divisi Kejahatan Khusus dan Kontra Terorisme Crown Prosecution Service (CPS) mengatakan, "CPS telah mengeluarkan dakwaan konspirasi untuk melakukan spionase terhadap tiga pria dan dua wanita yang dicurigai sebagai mata-mata untuk Rusia."

Dikutip dari Daily Mail UK, Roussev, Dzhambazov, dan Ivanova sebelumnya sudah didakwa pada 11 Februari 2023 dengan tuduhan memiliki dokumen identitas palsu.

Kelima terdakwa diduga telah bekerja di sebuah sel mata-mata untuk dinas keamanan Rusia. Tugas mereka diduga, termasuk melakukan pengawasan terhadap target-target yang sudah ditentukan.

Para tersangka mata-mata ini dituduh melakukan operasi aktif di Inggris dan Eropa, serta memberikan informasi intelijen yang dikumpulkan untuk diserahkan ke pihak Rusia.

Kelima warga Bulgaria tersebut ditangkap pada bulan Februari di bawah Undang-Undang Rahasia Negara Inggris, setelah penggerebekan di beberapa properti di London dan Great Yarmouth di Norfolk, Inggris.

MI5 (Kontra-intelijen dan agen keamanan domestik Britania Raya) diduga memberikan informasi intelijen tersebut kepada Kepolisian Metropolitan.

Roussev, yang memiliki sejarah transaksi bisnis di Rusia dan diduga telah menjalankan berbagai hal dari sebuah wisma di Norfolk yang bertindak sebagai perantara bagi mereka yang mengumpulkan informasi intelijen.

Para tetangga mengatakan bahwa sebuah tenda didirikan oleh polisi di luar Hotel Haydee berbintang tiga di Great Yarmouth. Para penyidik, diduga menemukan peralatan untuk membuat dokumen palsu di kamarnya

Bulan lalu, diketahui bahwa Roussev, Dzhambazov, dan Ivanova yang diyakini tinggal di alamat yang sama. Mereka menghadapi dakwaan yang menyatakan bahwa beberapa di antara 34 dokumen identitas tersebut diduga palsu.

Petugas dilaporkan menemukan paspor dan dokumen identitas resmi yang diduga palsu untuk negara Inggris, Bulgaria, Prancis, Italia, Spanyol, Kroasia, Slovenia, Yunani, dan Republik Ceko.

Ketiganya juga dituduh menyamar sebagai jurnalis dari perusahaan televisi Amerika, setelah Scotland Yard menemukan kartu pers palsu dan pakaian bermerek dari saluran Discovery dan National Geographic, demikian dilaporkan The Times.

Mereka muncul di Old Bailey pada bulan Juli 2023, untuk menghadapi dakwaan tersebut.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore