Peserta lomba rebahan yang diadakan di negara Montenegro (REUTERS/Stevo Vasiljevic)
JawaPos.com - Perlombaan unik di negara Montenegro belum lama ini kembali menjadi sorotan publik.
Negara yang terletak di Eropa Tenggara tersebut, baru-baru ini tengah menggelar lomba rebahan bagi para warganya.
Bertajuk 'Laziest Citizen Contest' (warga negara paling malas), lomba rebahan di Montenegro diikuti oleh total 21 peserta.
Lomba tersebut diadakan di Desa Brezna pada Kamis, 7 September 2023 lalu.
Dikutip dari Hindustan Times, lomba rebahan di Montenegro rupanya sudah menjadi agenda tahunan di negara tersebut.
Tahun ini dari total 21 peserta telah menyisakan tujuh orang yang berhasil memecahkan rekor rebahan hingga 20 hari.
Durasi rebahan pada lomba tahun ini juga naik cukup signifikan dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 117 jam.
Baca Juga: Ungkap Detik-detik Banjir Bandang di Libya, Korban Selamat Kisahkan Kondisi Sebelum dan Sesudah
Meski berupa lomba rebahan, para peserta juga didampingi oleh tenaga kesehatan untuk merawat dan menjaga kondisi tubuh mereka.
Sabab dalam aturan perlombaan, peserta dilarang untuk duduk atau berdiri.
Jika melanggar aturan tersebut maka peserta akan didiskualifikasi dan dinyatakan gugur.
Setiap delapan jam sekali, peserta juga diberikan waktu 10 menit untuk pergi ke toilet.
Selama lomba rebahan, peserta dibebaskan melakukan kegiatan apapun seperti membaca atau menggunakan perangkat teknologi (bermain HP).
Menariknya, pemenang lomba yang berhasil memecahkan rekor rebahan paling lama akan mendapat hadiah fantastis hingga 1.070 Dollar AS atau setara Rp 16,4 juta.
Satu di antara peserta dalam lomba ini ialah Dubravka Aksic, pemenang kontes rebahan pada tahun 2021 lalu.
Baca Juga: Diduga Telah Diseret Sejauh 2 Kilometer Di Daerah Bagian Barat Sydney, Seorang Remaja Alami Koma
Aksic mengaku bahwa ia sempat dibujuk untuk berkompetisi lagi oleh keluarganya.
Bujukan tersebut lantas ia turuti, bahkan Aksic menganggap perlombaannya cukup mudah lantaran pihak penyelenggara sudah memenuhi semua kebutuhan peserta.
“Saya tidak mengerti mengapa mereka percaya saya bisa menang lagi tahun ini. Karena hari ini adalah hari kedua puluh, baik saya maupun orang lain yang hadir di sini hari ini tidak menyangka kemenangan ini akan bertahan selama ini,” ujar Aksic.
Seiring berjalannya kompetisi, kesehatan kontestan hingga perlombaan selesai dilaporkan tetap dalam keadaan baik.
Di sisi lain para peserta juga menikmati kenyamanan dengan tetap mematuhi peraturan yang ketat.
Sebagai informasi, lomba rebahan di negara kecil Adriatik tersebut rupanya sudah diinisiasi sejak 12 tahun lalu.
Bukan tanpa alasan, lomba rebahan sengaja diadakan untuk menyindir stereotip umum yang menganggap bahwa orang Montenegro adalah orang yang malas. ***

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
