
Massa memadati tempat tes PCR di pinggir jalan di Distrik Chaoyang, Kota Beijing, Tiongkok, Sabtu (3/12) petang. M. Irfan Ilmie/Antara
JawaPos.com–Kasus Covid-19 di Tiongkok naik tajam setelah penghapusan kebijakan Nol Covid yang ketat. Laporan dari sejumlah media menyebutkan layanan krematorium jenazah khusus Covid-19 penuh dan sejumlah pasien Covid-19 mengeluhkan stok obat yang langka.
”Tanpa ibuprofen, tanpa aspirin, sama sekali tidak ada,” kata pasien Covid-19 di Tiongkok seperti dilansir dari Channel News Asia, Selasa (20/12).
Kasus Covid-19 yang tinggi memicu kekurangan obat. Pasien mulai merasakan sulit mendapatkan obat.
Salah satu pasien, Zong Xiaoyan mengeluh demam dimulai pada Kamis (15/12). Sayangnya, dia sulit mencari obat.
”Setiap bagian tubuh saya sangat sakit,” kata Zong Xiaoyan, pensiunan pekerja pabrik berusia 67 tahun di Tiongkok timur itu.
”Saya sangat khawatir karena saya menderita asma yang serius sepanjang hidup saya,” tambah dia.
Suaminya, Fan Weiguo, yang tidak demam tetapi batuk tanpa henti, bergegas mencari obat dari toko obat terdekat. Dia kembali dengan tangan kosong.
”Tidak ada ibuprofen, tidak ada aspirin, tidak ada vitamin C, sama sekali tidak ada,” kata Fan, 72.
”Mereka bahkan tidak memiliki tablet isap untuk melegakan tenggorokan. Semuanya terjual habis,” ucap mereka.
Pasangan itu, warga Changzhou di Provinsi Jiangsu Timur, mengatakan, mereka belum menerima obat yang didistribusikan oleh otoritas kota. Mereka sudah mendaftar lebih dari seminggu yang lalu. Lansia, anak-anak, dan mereka yang membutuhkan khusus, akan mendapatkan paket perawatan kesehatan gratis yang berisi obat demam dan flu, tablet vitamin C, dan alat tes antigen cepat.
Tapi Zong dan Fan masih menunggu. Mereka termasuk di antara banyak orang Tiongkok yang berjuang untuk merawat diri mereka sendiri karena lonjakan Covid-19 terbaru di negara itu memicu kekurangan obat yang meluas.
Infeksi telah menghantam jalur produksi farmasi dan layanan pengiriman. Pihak berwenang dan rumah farmasi besar telah berusaha beroperasi dengan kapasitas penuh, meskipun banyak pekerja di lini produksi telah terjangkit Covid-19, menurut The Paper.
”Pabrik kami telah mengerahkan semua tenaga kerja yang mungkin untuk memulai produksi 24 jam,” kata seorang karyawan pabrik farmasi kepada The Paper.
”Saat para pekerja pulih dan kembali bekerja, segala sesuatunya diharapkan segera membaik,” tegas pihak pabrik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022