
Photo
JawaPos.com - Perang di Ukraina juga berdampak pada rantai produksi berbagai barang. Dampaknya bahkan terasa hingga ke Amerika Serikat. Negeri Paman Sam kini kekurangan produk sanitasi, terutama tampon.
Banyak warga yang mengeluh lantaran harus berkeliling hingga delapan toko untuk bisa membeli produk semacam pembalut itu.
Kelangkaan terjadi karena pabrik mengalami kekurangan staf akibat pandemi. Pada saat yang sama, perang di Ukraina membuat bahan baku produk-produk sanitasi jadi lebih mahal. Misalnya, harga kapas dan plastik sebagai bahan baku utama tampon. Gangguan rantai pasokan dikhawatirkan melejitkan harga-harga barang di seluruh dunia.
Direktur Eksekutif Girls Helping Girls Period Elise Joy meminta agar penduduk tidak menimbun barang karena panik. Menurut dia, jika masing-masing membeli sesuai kebutuhan, penduduk lain masih bisa kebagian.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
