Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Mei 2022 | 13.18 WIB

Pada 1988, Ilmuwan Sudah Memprediksi Cacar Monyet Bakal Menyebar

Ilustrasi penularan penyakit cacar monyet atau MonkeyPox yang terjadi di Singapura. (dok Channel News Asia) - Image

Ilustrasi penularan penyakit cacar monyet atau MonkeyPox yang terjadi di Singapura. (dok Channel News Asia)

JawaPos.com - Para ilmuwan ternyata sudah memperingatkan tentang wabah cacar monyet pada 1988. Dan kini peringatan itu terbukti. Vaksin cacar sudah diberikan di Paris pada 1941. Ketika penyakit itu telah diberantas dan vaksinasi dihentikan, maka hal itu menciptakan celah bagi virus.

Berdasar itu, pada 1988, para ilmuwan di London seolah sudah bisa memprediksi. Mereka menulis di jurnal internasional International Journal of Epidemiology. Mereka membuat prediksi yang berani dan mengejutkan tentang monkeypox.

"Seiring waktu, besarnya rata-rata dan durasi epidemi monkeypox akan meningkat," tulis mereka.

Pada saat itu, cacar monyet adalah penyakit yang sangat langka. Petugas kesehatan hanya mendeteksi beberapa kasus dalam setahun di Afrika Barat dan Tengah. Orang-orang tertular penyakit hampir secara eksklusif dari hewan pengerat atau primata dan kemudian menyebarkan virus hanya kepada beberapa orang.

Penularan antarmanusia terbatas. Tetapi para ilmuwan yang melihat ke depan memperingatkan bahwa, seiring waktu, wabah sporadis ini akan bertambah besar dan menyebar secara geografis.

"Dalam setiap makalah cacar monyet tentang wabah sebelumnya, selalu ada peringatan tentang bagaimana kita perlu mempersiapkan lebih banyak wabah di masa depan," kata dokter penyakit menular Boghuma Titanji dari Emory University.

"Prediksi itu benar-benar terbukti," katanya.

Pada 1990-an, hanya ada sekitar 50 kasus cacar monyet dalam setahun di Afrika Barat dan Tengah. Lompat ke depan 20 tahun, dan pada tahun 2020, kemungkinan ada lebih dari 5.000 kasus, seperti laporan para ilmuwan pada Februari.

Sekarang, pada 2022, dunia menghadapi wabah cacar monyet internasional pertama, dengan lebih dari 450 kasus dilaporkan di sekitar 20 negara. Banyak ilmuwan percaya kasus tambahan tidak terdeteksi, dan virus kemungkinan menyebar di komunitas di mana monkeypox belum pernah menyebar sebelumnya.

Dulu, cacar adalah salah satu penyakit paling mematikan dalam sejarah manusia. Virus yang sangat menular membunuh hingga 30 persen dari orang yang terinfeksi. Sebagai perbandingan, versi cacar monyet dalam wabah ini membunuh kurang dari 1 persen orang yang terinfeksi.

Melalui kampanye vaksinasi besar-besaran, dunia secara resmi melenyapkan cacar pada 1980. Pencapaian itu menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun. Kabar baiknya, jika sudah vaksin cacar maka akan memberi perlindungan yang sangat baik terhadap cacar dan cacar monyet mungkin sekitar 85 persen perlindungan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore