
Photo
JawaPos.com - Ukraina memprotes sikap Rusia yang menekan perbatasan dengan mengirimkan belasan ribu pasukan. Ukraina telah menyerukan pertemuan dengan Rusia dan anggota lain dari kelompok keamanan utama Eropa atas meningkatnya ketegangan di perbatasannya.
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan Rusia telah mengabaikan permintaan resmi untuk menjelaskan alasan penambahan pasukan di perbatasan. Dia mengatakan langkah selanjutnya adalah Rusia diberi tenggat waktu dalam 48 jam ke depan agar transparan tentang rencana dan alasan Rusia.
Sebelumnya Rusia telah membantah rencana untuk menyerang Ukraina. Namun kenyataannya, Rusia mengirim 100 ribu tentara di perbatasan Ukraina.
AS mengatakan Moskow dapat memulai dengan pemboman udara kapan saja. Maka lebih dari selusin negara telah mendesak warganya untuk meninggalkan Ukraina.
Menteri Angkatan Bersenjata Inggris James Heappey mengatakan Inggris akan mendukung apa pun yang diputuskan Ukraina untuk dilakukan. Ukraina telah mengajukan permintaan melalui Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) kepada Rusia untuk menjelaskan alasan peningkatan pasukannya. Di bawah Dokumen Wina, di mana Rusia adalah salah satu pihak, anggota OSCE dapat meminta informasi tentang kegiatan militer anggotanya.
"Jika Rusia serius ketika berbicara tentang keamanan yang tidak dapat dipisahkan di ruang OSCE, Rusia harus memenuhi komitmennya terhadap alasan transparansi militer untuk mengurangi ketegangan dan meningkatkan keamanan untuk semua," kata Kuleba.
Hanya saja, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengatakan dia tidak melihat bukti bahwa Rusia merencanakan invasi dalam beberapa hari mendatang. Pada Minggu (13/2), dia berbicara selama hampir satu jam melalui telepon dengan Presiden AS Joe Biden. Gedung Putih mengatakan Presiden Biden telah menegaskan kembali dukungan AS untuk Ukraina, dan bahwa kedua pemimpin telah sepakat tentang pentingnya melanjutkan diplomasi dan pencegahan.
Presiden Zelensky telah mengundang pemimpin AS untuk datang ke Ukraina. Belum ada komentar atas undangan dari Gedung Putih.
Dalam upaya terbaru untuk menemukan solusi diplomatik, Kanselir Jerman Olaf Scholz bertemu dengan Presiden Zelensky di Kyiv pada Senin (14/2) dan dengan Presiden Putin di Moskow pada Selasa (15/2). Kanselir Olaf Scholz telah memperingatkan konsekuensi ekonomi yang parah bagi Rusia jika melakukan invasi.
Sementara itu, Rusia berpendapat bahwa pengiriman pasukannya di sepanjang perbatasan Ukraina adalah urusannya sendiri, di dalam wilayahnya sendiri.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
