Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Februari 2022 | 22.05 WIB

Diberi Deadline 48 Jam, Ukraina Pertanyakan Alasan Rusia Kirim Pasukan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Ukraina memprotes sikap Rusia yang menekan perbatasan dengan mengirimkan belasan ribu pasukan. Ukraina telah menyerukan pertemuan dengan Rusia dan anggota lain dari kelompok keamanan utama Eropa atas meningkatnya ketegangan di perbatasannya.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan Rusia telah mengabaikan permintaan resmi untuk menjelaskan alasan penambahan pasukan di perbatasan. Dia mengatakan langkah selanjutnya adalah Rusia diberi tenggat waktu dalam 48 jam ke depan agar transparan tentang rencana dan alasan Rusia.

Sebelumnya Rusia telah membantah rencana untuk menyerang Ukraina. Namun kenyataannya, Rusia mengirim 100 ribu tentara di perbatasan Ukraina.

AS mengatakan Moskow dapat memulai dengan pemboman udara kapan saja. Maka lebih dari selusin negara telah mendesak warganya untuk meninggalkan Ukraina.

Menteri Angkatan Bersenjata Inggris James Heappey mengatakan Inggris akan mendukung apa pun yang diputuskan Ukraina untuk dilakukan. Ukraina telah mengajukan permintaan melalui Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) kepada Rusia untuk menjelaskan alasan peningkatan pasukannya. Di bawah Dokumen Wina, di mana Rusia adalah salah satu pihak, anggota OSCE dapat meminta informasi tentang kegiatan militer anggotanya.

"Jika Rusia serius ketika berbicara tentang keamanan yang tidak dapat dipisahkan di ruang OSCE, Rusia harus memenuhi komitmennya terhadap alasan transparansi militer untuk mengurangi ketegangan dan meningkatkan keamanan untuk semua," kata Kuleba.

Hanya saja, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, mengatakan dia tidak melihat bukti bahwa Rusia merencanakan invasi dalam beberapa hari mendatang. Pada Minggu (13/2), dia berbicara selama hampir satu jam melalui telepon dengan Presiden AS Joe Biden. Gedung Putih mengatakan Presiden Biden telah menegaskan kembali dukungan AS untuk Ukraina, dan bahwa kedua pemimpin telah sepakat tentang pentingnya melanjutkan diplomasi dan pencegahan.

Presiden Zelensky telah mengundang pemimpin AS untuk datang ke Ukraina. Belum ada komentar atas undangan dari Gedung Putih.

Dalam upaya terbaru untuk menemukan solusi diplomatik, Kanselir Jerman Olaf Scholz bertemu dengan Presiden Zelensky di Kyiv pada Senin (14/2) dan dengan Presiden Putin di Moskow pada Selasa (15/2). Kanselir Olaf Scholz telah memperingatkan konsekuensi ekonomi yang parah bagi Rusia jika melakukan invasi.

Sementara itu, Rusia berpendapat bahwa pengiriman pasukannya di sepanjang perbatasan Ukraina adalah urusannya sendiri, di dalam wilayahnya sendiri.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore