Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Oktober 2020 | 02.23 WIB

Picu Kekhawatiran, 5 Warga Korsel Meninggal Usai Disuntik Vaksin Flu

Ilustrasi suntik vaksin (Fool) - Image

Ilustrasi suntik vaksin (Fool)

JawaPos.com - Lima orang di Korea Selatan meninggal dunia setelah mendapat suntikan vaksin flu di Korea Selatan dalam seminggu terakhir. Kabar ini, meningkatkan kekhawatiran atas keamanan vaksin tepat ketika program inokulasi musiman diperluas untuk mencegah potensi komplikasi Covid-19. Padahal saat ini dunia sedang diliputi euforia bersiap menyambut vaksin Covid-19.

Pihak berwenang mengatakan tidak ada alasan untuk percaya bahwa kematian itu terkait dengan vaksin, tetapi saat ini masih dilakukan investigasi. Penyelidikan masih dilakukan termasuk pemeriksaan jenazah sedang dilakukan.


"Ini membuat kami sulit untuk mengeluarkan pernyataan kategoris," kata Wakil Menteri Kesehatan Korsel, Kim Gang-lip, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (21/10).

Lima warga itu termasuk remaja laki-laki berusia 17 tahun dan seorang pria berusia 70-an tahun. Kabar ini hanya beberapa minggu setelah peluncuran program vaksin nasional ditangguhkan karena kekhawatiran akan keamanan, kematian telah mendominasi berita utama di Korea Selatan.

Para pejabat bulan lalu mengumumkan rencana untuk mendapatkan 20 persen lebih banyak vaksin flu untuk musim dingin. Sasarannya akan menyuntik 30 juta orang dalam upaya untuk mencegah sakit flu di tengah pandemi Covid-19.

Kabar ini meningkatkan kekhawatiran publik terhadap vaksin yang telah menjadi tantangan global utama tahun ini, karena beberapa negara terburu-buru menyetujui vaksin Covid-19 yang masih dalam tahap eksperimental sebelum studi keamanan dan kemanjuran lengkap diselesaikan. Vaksin flu Korea Selatan dipasok oleh pembuat obat yang berbeda, termasuk LG Chem Ltd dan Boryung Biopharma Co. Ltd., sebuah unit dari Boryung Pharm Co. Ltd.

Seorang pejabat Boryung mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan mengetahui kematian yang dilaporkan, tetapi belum berkomentar. LG Chem mengatakan perusahaan akan mengikuti saran pemerintah.

Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun yang meninggal pada Jumat pekan lalu merupakan kematian pertama yang dicatat oleh petugas setelah menerima vaksin. Remaja itu meninggal dua hari setelah menerima suntikan flu di Incheon, dekat ibu kota Seoul.

Lalu seorang pria berusia 70-an tahun yang menderita penyakit parkinson dan aritmia, merupakan kasus terbaru. Dia meninggal di Daegu pada Rabu, sehari setelah menerima vaksin flu.

Pejabat di Daegu mengatakan pria itu telah menerima vaksin sejak 2015 tanpa reaksi merugikan sebelumnya.
Para pejabat mengatakan 8,3 juta orang telah diinokulasi dengan vaksin flu gratis sejak dilanjutkan pada 13 Oktober dengan sekitar 350 kasus dilaporkan terjadi reaksi merugikan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut keragu-raguan vaksin sebagai salah satu dari 10 ancaman kesehatan global teratas tahun lalu. Di Korea Selatan, jajak pendapat awal bulan ini menemukan bahwa 62 persen dari 2.548 responden di Provinsi Gyeonggi, dekat Seoul, mengatakan mereka tidak mau divaksinasi Covid-19, bahkan jika vaksin disetujui. Mereka bersedia divaksin sampai semua pertanyaan soal keamanan dijawab sepenuhnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=qWs0upAY2WI&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore