
Prostitusi online
JawaPos.com - Seorang pria bernama Wilhan Martono ditangkap di California, Amerika Serikat, atas tuduhan prostitusi online berkedok situs web. Ternyata Martono melakukan perdagangan gadis belia di bawah umur dengan nilai transaksi hingga USD 21 juta atau setara Rp 294 miliar.
Salah satu korbannya bahkan gadis belia berusia 13 tahun. Situs web garapannya menawarkan berbagai layanan pelacuran orang dewasa tetapi beberapa iklan menampilkan gadis di bawah umur. Termasuk seorang gadis berusia 13 tahun yang diselamatkan di Texas pada November lalu.
Kini Martono sudah ditangkap karena diduga menjalankan situs-situs perdagangan seks internasional. Wilhan Martono, 46, ditangkap pekan lalu di Fremont dan ditahan tanpa jaminan. Dia akan diekstradisi ke Dallas, Texas, untuk menghadapi 28 dakwaan federal. Termasuk konspirasi, pencucian uang, serta memfasilitasi pelacuran. Ini seperti laporan East Bay Times.
Martono membuat situs web yang memungkinkan pengguna untuk menjelajah pekerja seks di lebih dari 14 kota di AS dan di lima benua. Situs web menggunakan alamat dan nomor telepon Hongkong. Pembayaran dilakukan secara elektronik dengan bitcoin.
Dilansir dari NBC DFW, Minggu (21/6), modus yang dilakukan Martono adalah dengan menjalankan sebuah situs online seks dan prostitusi bernama CityXGuide.com.
Kantor Pengacara AS menutup situs web tersebut. Sebab situs itu dianggap sebagai media iklan online pelacuran dan perdagangan seks.
Wilhan Martono kini didakwa dengan 28 tuduhan federal. Jaksa Agung AS Erin Nealy Cox menjelaskan 28 dakwaan itu meliputi pelanggaran prostitusi dan pengabaian perdagangan seks yang sembrono. Konspirasi pemerasan antarnegara yang memfasilitasi pelacuran dan tuduhan pencucian uang.
Martono, 46, ditangkap 17 Juni di Fremont, California setelah didakwa pada 2 Juni. CityXGuide, bersama dengan situs web lain, diduga mengizinkan pengiklan untuk memilih daftar aktivitas intim yang telah diisi sebelumnya. Kemudian menambahkan foto-foto perempuan telanjang, dan informasi kontak untuk para perempuan yang diiklankan.
Meski namanya terdengar sangat Indonesia, namun belum pasti apakah benar Wilhan Martono adalah Warga Negara Indonesia (WNI) atau memiliki darah Indonesia. Menelusuri situs media sosialnya, Facebook, nama akun Wilhan Martono memiliki domisili di California, AS. Ketika JawaPos.com mengonfirmasi kepada pihak Kementerian Luar Negeri RI, Minggu (21/6), pejabat berwenang enggan menanggapi kasus tersebut.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=XJzj0NTE5OE
https://www.youtube.com/watch?v=MrgqbKUWw28
https://www.youtube.com/watch?v=nZ8B8tS5e9I

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
