
Otoritas Ekspedisi Gunung Everest prihatin dengan jenazah-jenazah pendaki yang tersingkap baru-baru ini. Hal ini disebabkan oleh gletser yang mencair akibat pemanasan global
JawaPos.com - Otoritas Ekspedisi Gunung Everest prihatin dengan jenazah-jenazah pendaki yang tersingkap baru-baru ini. Hal ini disebabkan oleh gletser yang mencair akibat pemanasan global.
Hampir 300 pendaki tewas di puncak Gunung Everest sejak upaya pendakian pertama. Dua pertiga jenazah diperkirakan masih terkubur di salju dan es yang membeku. Jenazah yang tersingkap dipindahkan di sisi gunung, ke utara, saat musim semi dimulai.
"Akibat pemanasan global, lapisan es dan gletser meleleh dengan cepat dan jenazah yang terkubur selama bertahun-tahun kini menjadi terlihat," kata Sherpa Ang Tshering seperti dilansir BBC, Kamis (21/3).
Mantan Presiden Asosiasi Pendaki Gunung Nepal tersebut juga mengatakan, pihaknya telah mengambil jenazah beberapa pendaki gunung yang meninggal dalam beberapa tahun terakhir. "Namun jenazah para pendaki yang lama yang terkubur sekarang tersingkap akibat gletser mencair."
Seorang pejabat pemerintah yang bekerja sebagai petugas penghubung di Gunung Everest menambahkan, ia juga ikut mengambil jenazah.
"Saya sendiri telah mengambil sekitar 10 jenazah dalam beberapa tahun terakhir dari berbagai lokasi di Everest dan sekarang semakin banyak yang muncul," katanya.
Expedition Operators Association of Nepal (EOAN) atau Asosiasi Operator Ekspedisi Nepal mengatakan, mereka menurunkan semua tali dari kamp yang lebih tinggi di Pegunungan Everest dan Lhotse pada musim pendakian ini. Namun memang berurusan dengan jenazah tidak mudah.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
