
Lima puluh rumah berukuran 28 meter persegi yang pernah jadi tempat tinggal sementara para pengungsi ditawarkan mulai harga 1.000 euro (Rp 16 juta rupiah) per unit. Rumah berbentuk kotak ini dibeli pada masa puncak krisis pengungsi pada tahun 2015
JawaPos.com - Lima puluh rumah berukuran 28 meter persegi yang pernah jadi tempat tinggal sementara para pengungsi ditawarkan mulai harga 1.000 euro (Rp 16 juta rupiah) per unit. Rumah berbentuk kotak ini dibeli pada masa puncak krisis pengungsi pada tahun 2015, tetapi kini rumah-rumah itu tidak lagi dipakai, demikian tulis koran Süddeutsche Zeitung.
Banyak orang tertarik dengan iklan ini, namun sayangnya iklan akhirnya harus ditarik hanya 48 jam setelah tayang di situs Ebay yang berminat sudah terlalu banyak. "Respon masyarakat pada hari pertama sangat besar, kami dapat sekitar 100 penawaran," kata Daniel Posselt, juru bicara Unit Koordinasi Pusat untuk Pengungsi. "Minat datang dari seluruh Jerman."
Iklan itu menyebutkan kalau rumah yang bangunannya terbuat dari kayu ini bisa dipakai untuk pesanggrahan, sanggar kerja, studio olahraga dan yoga juga tempat bermain. Aslinya, rumah itu dibangun dengan biaya sebesar 23.000 euro (Rp 383 juta) per unit.
"Semua pihak yang menyatakan ketertarikannya akan mendapatkan jawaban, tapi ini butuh waktu lama," kata pihak berwenang lewat Twitter.
Di antara pihak yang tertarik membeli ada satu paroki gereja, yang tertarik untuk membeli 20 rumah dan tetap menggunakannya untuk menampung pengungsi.
Sementara itu, sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan untuk membeli 10 unit bagi para pekerja konstruksinya. Pekerja sosial Stephan Karrenbauer dari majalah jalanan Hinz und Kunzt mengatakan dia berharap rumah itu bisa juga dipakai untuk menampung tuna wisma.
Ongkos transportasi mahal
Rumah-rumah berusia tiga tahun ini berlokasi di Jenfelder Moorpark dan tadinya dibuat untuk menampung para pengungsi.
Namun jumlah pengungsi yang datang ke Hamburg menurun drastis dari 10.000 orang per bulan di tahun 2015, hingga ke hanya 400 orang kini. Ini berarti akan banyak akomodasi yang tidak terpakai.
Meski kecil dan berbentuk sederhana, rumah ini dilengkapi dengan sistem yang membuatnya tahan terhadap cuaca dan musim dingin.
Sistem isolasinya berfungsi baik serta memiliki pemanas, listrik dan pasokan air panas. "Jadi ini sama sekali bukan gubuk," kata Posselt.
Meski penawaran dimulai dari harga 1.000 euro, penjual mengajukan dua syarat utama bagi pembeli, yakni pembeli memiliki izin bangunan dan harus menanggung ongkos transportasi.
Untuk memindahkan bangunan kayu butuh transporter beban berat dengan derek besar. Transportasi ini di Hamburg diperkirakan menelan biaya antara € 3.000 (Rp 50 juta) hingga € 5.000 (Rp 83 juta), kata Posselt.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
