
Kovalyov bercerita, mereka hidup dengan kondisi yang sulit di bawah tanah. Mereka bahkan mengunyah serutan kayu setelah persediaan makanan telah habis
JawaPos.com - Kisah seorang mantan tahanan yang berhasil lolos dari kamp kerja paksa di era Stalin meninggal dunia di usia 89 tahun, di bagian timur Rusia. Vasily Kovalyov yang berhasil melarikan diri dan selamat dari sel dingin serta siksaan di sistem penjara Gulag yang terkenal di USSR.
Pada 1950 silam Kovalyov yang kala itu berusia 20 tahun dinyatakan bersalah karena melakukan sabotase anti-Soviet. Ia merupakan salah satu di antara jutaan korban teror Stalinis.
Kisahnya kemudian ditampilkan di Vesma yang merupakan sebuah situs berita yang bermarkas di Magadan. Setelah dinyatakan bersalah, Kovalyov dikirim ke Norilsk, di Arktik Rusia. Tetapi ia berakhir di Kolyma, sebuah jaringan kamp kerja paksa yang terkenal sangat kejam di utara Magadan. Mereka datang setelah para penjaga menemukan sebuah rencana pelarian.
Dia bercerita bagaimana upayanya bersama dua tahanan lainnya menghabiskan waktu selama lima bulan untuk bersembunyi dari pengejaran. Mereka bersembunyi di sebuah tambang beku. Pada 1954 mereka merencanakan pemberontakan senjata namun sayang rencananya terbongkar.
"Penambang yang tahu jalan keluar menemani kami dan mengatakan kami tidak akan mampu bertahan di permafrost di sana lebih dari seminggu," katanya kepada Vesma seperti dilansir BBC pada Selasa (24/7).
Kovalyov bercerita, mereka hidup dengan kondisi yang sulit di bawah tanah. Mereka bahkan mengunyah serutan kayu setelah persediaan makanan telah habis.
Kovalyov bebas pada 1957, ketika pengganti Stalin, Nikita Khrushchev mengumumkan amnesti bagi tahanan Gulag, dalam masa pencairan pasca-Stalin. Dia tinggal di Magadan da bekerja sebagai insinyur pemanas.
Sebelum meninggal, dia mengajak reporter Vesma Yevgeny Radchenko menyusuri penjara suram kala itu. Kovalyov meninggal dunia karena stroke di rumah sakit Magadan pada hari Senin, (23/7).

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
