
Tim sepakbola muda Thailand ditemukan hidup di gua
JawaPos.com - Sebanyak 12 anak laki-laki yang tergabung dalam sepakbola muda Thailand dan seorang pelatihnya yang hilang dalam penjelajahan Gua Tham Luang akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh penjelajah gua sekaligus penyelam dari Inggris. Seperti dilansir Bangkok Post pada Senin, (2/7), semuanya ditemukan dalam keadaan hidup dan tampaknya aman, walaupun badan anak-anak tersebut terlihat sangat kurus, setelah hilang selama 10 hari tersebut.
Penyelam yang menemukan mereka merekam keadaan mereka dalam sebuah video dramatis. Anggota tim sepakbola muda itu sebagian besar duduk dan dengan kaos bola longgar selutut. Mereka meminta makanan dan ingin segera meninggalkan gua. Ini menurut video yang dibagikan di halaman Facebook resmi Royal Thai Navy Seals.
Saat tim penyelam datang, mereka nampak bertanya, "Kapan kita akan keluar?". Lalu sang penyelam menjawab, "Banyak, banyak orang datang," kata penyelam dari Inggris tersebut.
"Kami adalah yang pertama. Jangan khawatir sekarang" ujarnya. "Terima kasih!", salah satu dari mereka berkata, sementara yang lain berteriak "13", ketika ditanya oleh penyelam Inggris berapa banyak mereka.
Salah satu penyelam Inggris yang menemukan kelompok itu hanya menjawab, "Brilian!". Para penyelam nampak menyemangati mereka. “Kalian telah berada di sini selama 10 hari, Anda sangat kuat," kata salah seorang penyelam memberi tahu anak-anak itu.
Seorang anak tampak membungkuk mengucapkan rasa syukur dan mengatakan terima kasih saat suaranya terputus-putus. Gubernur Chiang Rai, Narongsak Osotthanakorn mengatakan, mereka ditemukan di daerah dekat Pantai Pattaya dan tim penyelamat merencanakan Senin malam untuk membawa mereka keluar dari gua.
"Kami akan membawakan makanan kepada mereka dan seorang dokter yang bisa menyelam. Saya tidak yakin mereka bisa makan karena mereka belum makan untuk sementara waktu," ujar salah seorang penyelam.
Penyelam menemukan tim sepakbola muda Thailand setelah memperbesar lorong sempit yang terendam yang terlalu kecil untuk mereka lalui saat mengenakan tank udara. Sebelumnya, tim penyelamat telah menggunakan pompa besar untuk mengurangi ketinggian air, dan penyelam telah menempatkan tali pemandu dan tangki udara di sepanjang rute untuk mencapai lokasi anak-anak yang terperangkap.
"Ketika petugas medis telah mengevaluasi anak-anak untuk melihat apakah kesehatan mereka dalam kondisi baik, kami akan merawat mereka sampai mereka memiliki kekuatan yang cukup untuk bergerak sendiri. Kemudian kami akan mengevaluasi situasi untuk membawa mereka keluar lagi nanti," kata Narongsak.
Pakar Penyelamatan Gua di Amerika, Anmar Mirza mengatakan, banyak tantangan tetap ada bagi tim penyelamat. Keputusan utama adalah apakah akan mencoba mengevakuasi anak-anak dan pelatih, atau menyediakan mereka di tempat.
"Memasok makanan dan obat-obatan mereka di lokasi mungkin menghadapi tantangan tergantung pada seberapa sulit penyelaman itu," kata Mirza.
Aisha Wiboonrungrueng, ibu dari salah satu anak laki-laki, Chanin Wiboonrungrueng, 11 tahun, tersenyum dan memeluk keluarganya. Dia mengatakan, dia akan memasakan anaknya omelet goreng Thailand, makanan favoritnya, ketika dia pulang ke rumah. Tim tersebut telah terperangkap di dalam gua di distrik Mae Sai, Chiang Rai, sejak 23 Juni.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
