
Imigran Amerika Tengah berbondong-bondong masuk AS
JawaPos.com - Ratusan imigran gelap Amerika Tengah melakukan perjalanan menuju Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu. Mereka berbondong-bondong ingin masuk ke AS karena ketakutan terhadap ancaman kematian, pemerasan, dan kekerasan di lingkungan mereka.
Seorang imigran transgender asal Amerika Tengah, Roxana Hernandez, 33 tahun, meninggal dunia saat memasuki negeri Paman Sam tersebut. Para aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) menuduh AS melakukan pembunuhan institusional setelah Hernandez meninggal dalam tahanan.
Hernandez sampai di AS bersama para imigran menggunakan karavan yang sebelumnya ditentang keras oleh Presiden Donald Trump. Teman-teman Hernandez mengatakan, ia melarikan diri ke AS karena perlakuan tidak menyenangkan yang diterimanya di Amerika Tengah seperti kekerasan, kebencian, dan stigma lainnya.
Hernandez melihat AS sebagai negara yang memberikan harapan hidup baru yang bebas dari pelecehan, resiko berbahaya, serta berbagai ancaman lain. Namun faktanya tak seperti yang diharapkannya. Ia ditahan karena alasan deportasi setelah mengajukan permohonan tempat tinggal sementara di perbatasan AS.
Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) mengutip dakwaan sebelumnya di Texas menangkap Hernandez karena karena pencurian, prostitusi, dan masuk ke AS secara ilegal. Ini menjadi dasar untuk mendeportasi Hernandez.
Saat itu Hernandez mencari suaka sebagai tempat tinggal sementara di AS. Namun kemudian ia ditahan oleh otoritas imigrasi di New Mexico dalam keadaan sakit. Menurut ICE, Hernandez masuk dalam daftar proses deportasi yang dipercepat saat ia mendaftar untuk penerimaan masuk para imigran di Pelabuhan San Ysidro, Kalifornia pada 9 Mei lalu.
Namun enam hari kemudian, pada 15 Mei ia dipindahkan ke Pusat Permasyarakatan Wilayah Cibola di Milan, New Mexico. AS mengatakan, Hernandez asal Honduras, Amerika Tengah itu positif mengidap HIV. Dua hari setelahnya ia dilarikan ke Rumah Sakit Umum Cibola karena menderita gejala pneumonia, dehidrasi, dan komplikasi penyakit yang terkait dengan HIV seperti dilansir BBC, Kamis, (31/5).
Hernandez kemudian meninggal dunia pada 25 Mei setelah dipindahkan ke Lovelace Medical Centre di Albuquerque dengan ambulan melalui penerbangan. Ia tercatat sebagai orang keenam yang meninggal dunia di fasilitas tahanan imigran dalam delapan bulan terakhir.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
